
“Kalau boleh, aku ingin hujan menghapus jarak kita yang abstrak. Bukankah aku boleh memintamu datang sebelum senja. Agar tuntas tanyaku tentang apa yang Rabb tuliskan di Lauhul Mahfudz. Dan lagi pada hujan paling rintik di kotaku, aku belajar sabar.”
-Khairul Azzam-


