Stop menjugje suami dengan fikiran pribadi

tumblr_mearevqos91rvb25io1_500

Assalamualaikum teman-teman yang masih setia membaca blog curhatan ala-ala ini.😀 semoga ada manfaat yang bisa diambil meskipun sedikit yah.

Kali ini saya akan sedikit saja bercerita mengenai pengalaman saya di sekolah pernikahan kami. sekolah pernikahan yang masih kami jalani secara LDM hhe.

Teman-teman pasti telah banyak mengetahui bahwa otak yang dimiliki pria berbeda dengan otak yang dimiliki wanita. Saya juga pernah membaca bukunya Jhon Gray ( Men are from mars, Woman are from venus) ini satu-satunya buku tentang psikologi suami istri yang sudah saya baca #plak. Buku tersebut banyak menjelaskan tentang bagaimana hatusnya kita mengerti pasangan kita, bagaimana beraktivitas dengan mereka yang memiliki perbedaan planet dan bagaimana menyelesaikan masalah diantara kita dari berbagai sudut pandang. Salah satunya adalah tentang perbedaan cara berfikir.

laki-laki pada umumnya memiliki fikiran yang lurus, fokus dan tidak dapat diganggu. Sedangkan wanita memiliki jalan fikiran yang bercabang dan melakukan banyak hal dalam satu waktu. Hal ini berpengaruh pada cara mereka menerima pesan atau peristiwa. Mengenai hal ini, terjadi pada saya minggu lalu dan saya bener-bener jadi paham kalau ternyata “kami berbeda”. Continue reading

Berbicara

Berbicara dan bercerita adalah salah satu hal yang menyenangkan. Bagi saya, berbicara dapat menjadi salah satu treatment penyembuhan jiwa yang oke banget disamping menenggelamkan diri di kolam renang (berenang maksud sy). Saya terlalu banyak berfikir mandiri namun dengan ending bingung sendiri. Makannya terkadang sy memerlukan tempat untuk bercerita untuk menguraikan benang-benang kusut yang ada di kepala. menyenangkan..

wpid-http3a2f2f37-media_-tumblr-com2fc2b57f4c175f7d9f23b7a5c32257fd5b2ftumblr_n118u0gder1s3lf4oo1_500

Bercerita apa? ya bercerita aja… apapun. Sekiranya bisa membuat hati lebih tenang, pikiran lebih terang dan jiwa pun senang. Dulunya saya merupakan orang yang sulit sekali bercerita dengan orang lain. Seperti memasang tembok besar dihadapan orang-orang dan meminimalisir apa saja yang akan sy ceritakan. Tapi hal itu tidak berjalan begitu baik… sy menjadi orang yang cukup naif/munafik untuk menyatakan perasaan dan sering sekali menutup-nutupi kesedihan. Bahkan hal itu sy lakukan kepada sahabat sendiri. Hingga sekarang sy mencoba untuk lebih terbuka dan lebih melepas tembok penghalang yang ada.

Lega. Itu salah satu efek yang didapatkan.

Media yang digunakan bisa bermacam-macam. Berbicara langsung face to face atau menggunakan perantara melalui buku diary ataupun tulisan di web seperti ini. Sekarang mah lebih banyak lagi media yang bisa kita gunakan. Social media khususnya telah berkembang begitu pesat. Mari berdoa saja semoga media tersebut sesuai namanya, kita jadi bisa belajar lebih banyak untuk bersosialisasi. Tidak menutup kemungkinan juga menambah teknik sosial kita di masyarakat🙂

ok, Selamat beristirahat sahabat ^^


sarah, yang sedang memikirkan tawaran suaminya

dhita nanti mau coba daftar PNS gk?

Berjuang keras

“Jika mereka hanya berjalan, maka aku akan berlari secepat mungkin.
Jika mereka mengeluh ketika lelah, maka aku akan semangat ketika letih.
Jika mereka menangis ketika letih, maka aku akan tetap tersenyum ketika perih.
Jika mereka menyerah ketika gagal, maka aku akan tetap mencoba sampai berhasil.
Jika mereka berlaku curang untuk menang, maka aku harus jujur untuk menjadi juara.
Jika mereka menunduk ketika kalah, maka aku akan bersujud ketika menang.
Jika mereka berusaha sampai setahun, maka aku akan berusaha selama aku hidup.
Maka pastikan aku adalah bagian dari mereka yang berjuang keras lebih dari yang lain.”
– Anonim –

81fe84c1599efef1f71ca2dc9a6a6f13

#belaislam

D : aa… dhita lelah orang-orang pada ngomongin ahok.. huhu. bosan group sebelah bahas itu mulu.

N : Biarin.. ini emang lagi masanya perang opini..

D : Lelah adek

N : Loh bahkan kalau bela islam, harus siap buat syahid. insyaAllah berangkat aksi kalau dana mencukupi.

D : iya..

Rasa-rasanya… duh Allah ternyata kebenaran susah sekali terungkap yah. Keburukan dan perpecahan ada dimana-mana. lelah hati rasanya.

#cumacurhatan #bolehabaikan

Bidadari, jatuh dari syurga!

Selalu ada malaikat, -atau bidadari- yang diturunkan Allah untuk ngebantu saya dalam waktu-waktu mendesak yang sepertinya tidak mungkin. Alhamdulillah.

Sebagai mahasiswa tingkat akhir yang paling akhir, tentunya saya jadi satu-satunya spesies yang tersisa di peradaban kampus #hha. kesepian? pasti. sedih? banget. bolak balik sendiri, ngerjain sendiri, nangis sendiri, jatuh sendiri. Tapi itukan salah saya sendiri? sudah seharusnya saya bertanggung jawab atas pilihan yang sudah dibentangkan.

Kalau udah down, biasanya saya nelfon suami trus bilang “telfon dhita” haha *istri bokek* atau nge chat WA, fb dan semua media sosial sambil minta pertolongan untuk di telfon :V tapi kalau suami lagi sibuk, biasanya curhat panjang kali lebarnya di WA. setelah suami bales/nelfon, hati bisa langsung adem walau air mata bercucuran. yah.. suami biasanya nasehatin, dengan sabar, dengan omelan, dengan semangat yang juga tersalurkan. he is the Best pokoknya. Selesai nelfon langsung ngerasa bersalah banget. kok mau-maunya suami ini nikah sama mahasiswa, tingkat akhir pulak yang masa depannya belum terjamin apa-apa. Duh istri macam apa saya ini…

tuh kan.. tuh kan… tadinya mau cerita tentang sosok malaikat/bidadari loh ini… nyambungnya ke suami lagi. suami lagi. #ahsudahlah. nggak saya hapus yaaa😀😀 #abaikan. anggap aja penganten baru, jadi masih sering keinget sama suaminya. #maksa

Jadi begini ceritanya saudara-saudara. Alhamdulillah dengan semua usaha dan doa-doa dari sahabat serta keluarga, akhirnya saya dapat melewati 1 ujian hasil penelitian. di kampus saya biasanya dikasih judul “ujian pra pendadaran”. ini ujian biasa aja, tapi jadi penentu banget dan penanda bahwa hasil kerjaan kamu sudah pantas untuk mulai diuji. Nah… sy udah gak ngerti lagi deh. sejak pembimbing ngerasa bahwa ini sudah bagus dan langsung kita uji aja. saya langsung ngerasa “yaampuun, serius ini udah mau lahiran? udah pembukaan sekian? duh… suami kan lagi gak di sini. gak ada temen juga disini dokter. saya SENDIRIAN disini dokter. saya sih bisa aja lahiran sendiri… tapi kan sedih doook” <– GILAK! iya ini skripsi udah mau lahiran coy. (padahal belum pernah ngerasain lahiran asli sih. jhahhahha) tapi kira-kira deg-degannya yah seperti itu.

Akhirnya antara senang dan setengah hati, saya ngebut ngelarin tulisan dan segala bahan presentasi yang di butuhkan dengan waktu kurang dari 1 minggu. Saya kuatkan hati bahwa “it’s ok dhita. lahiran sendiri juga OK. kan ada penguji dan pembimbing.. kamu gak sendirian” saya juga minta masukan dari adik-adik tingkat yang beberapa waktu yang lalu juga selesai pra dan pendadaran.

Tulisan kelar udah dikasih ke penguji, presentasi juga kelar. Tapi pikiran masih blank. tiba-tiba someone yang seringnya kuabaikan nge-bbm malem-malem. nanya tentang persiapan dan ngasih banyak sekali masukan untuk persiapan ujian besok. beliau juga tanya apakah saya sudah ada yang menemani atau tidak, karena nanti di ujian harus ada orang yang waras untuk mencatat hasil ujian/revisi nya. Dengan memelas, saya minta ia untuk hadir.Tentu saja, dengan senang hati bahkan ia berencana hadir. Alhamdulillah,,,

FYI, doi tidak hanya hadir, tapi bahkan ikut merevisi presentasi dan tulisan saya #plak. lengkap sudah… saya punya 2 pembimbing (dosen dan suami) juga memiliki 3 penguji (2 dosen dan 1 teman) haha.. maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Ternyata si someone ini (sebut aja lutfi) saat itu sedang berada di kantor pemerintahan, karena beliau kerja disana. Namun menyempatkan untuk hadir ke kampus hanya untuk menemani saya. aaahh… beneran ini malaikat/bidadari yang Allah turunkan buat nemenin saya. huhu.

Siangnya selepas ujian, kita makan di Inyong

a : sini mbak tak liat tulisannya. (buku sripisi)

b : nyoh

a : nih baca tulisanku (tulisan di buku catetannya. ternyata dia nulis revisian dari dia pribadi dan juga catetin komentar-komentar dari dosen pas di ujian tadi) tuh kan baik banget

b : huaaa T_T (padahal udah mau pingsan karena kecapean dan ngantuk)

—— beberapa menit setelahnya, si lutfi ini masih fokus ngebenerin kalimat demi kalimat di buku skripsi saya, sedangkan saya sudah berada di dunia lain. berharap bisa istirahat ajaa :3 Alhamdulillah sekali, direvisiin sekalian wkwk.

Apa pesan dari pengalaman ini? hmm begini :

Tidak perlu takut atas apa yang sudah Allah rencanakan. Allah punya yang terbaik untuk kisah kita.

juga… persahabatan adalah apa yang telah kita tanam dikehidupan kita sebelumnya. siapa sangka, orang yang pernah kita bantu sedikit saja… bisa balas membantu kita dengan bantuan yang lebih banya. Alhamdulillah… keep smile to everyone, keep shining. semoga Barokah Allah menyertai kita semua.

 

Lelaki yang menangis

Hari ke-2 pernikahan kami.

Hari ini adalah waktu yang sudah kita rencanakan untuk segera pulang kerumah, setelah 2 hari merasakan kenyangnya tinggal di hotel hahaha :v . gimana gak kenyang… sarapan pagi makanin semua makanan yang disediakan di breakfast room. Pagi ini berbeda dengan pagi kemarin. Sejak malam, kita sudah mulai membereskan koper dengan barang-barang terserak yang dibawa sebisanya selepas acara pernikahan kita (semacam diusir ke hotel langsung pada jam setelah resepsi selesai). Bisa dibayangkan betapa Awkwardnya moment2 ketika kami ditinggalkan berdua di hotel tersebut oleh keluarga hanya dalam waktu beberapa jam dari akad. NICE!

Sambil menunggu jam sarapan, sy seperti perempuan pada umumnya masih sibuk dengan barang-barang printilan yang takut tertinggal. mengecek kamar mandi, lemari pakaian hingga laci-laci yang ada di kamar. menghitung detik demi detik yang tersisa untuk kembali di rumah.

Hingga tanpa sengaja ke-baperan sy dimulai. ada banyak hal yang masih saya fikirkan sendirian pada saat itu. Keluarga besar yang masih ada di rumah, Orang tua yang juga masih ada di jogja, bertepatan pula dengan memikirkan hari ke – 3 pernikahan kami, yaitu pulang ke kampung halaman suami.  Kuningan JawaBarat. beserta keribetan lainnya yang sebenarnya mungkin hanya saya buat-buat.

Pecahlah tangisan sendu dalam kediaman. Namun suami mengetahuinya. Ketahuilah kasih bahwa :

Perempuan hanya dapat menangis di hadapan orang yang mampu membuatnya nyaman

Mungkin, suami sudah cukup membuat saya nyaman untuk kemudian meluapkan tangis untuk kelegaan. Tapi Tidak disangka hal tersebut justru membuat suami bersedih. Dia menjadi lelaki yang menangis… satu-satunya lelaki yang sy lihat menangis sesedih itu. Betapa harunya, mengetahui bahwa ternyata akan datang suatu masa dimana seseorang akan menangis ketika melihatmu menangis, akan bersedih ketika melihatmu bersedih dan sebaliknya akan turut bahagia tertawa ketika melihatmu bahagia.

home

Ternyata ada seseorang yang akan membuatmu merasa spesial seperti itu.

Hari ke-2 pernikahan kami,

Hanya butuh 2 hari untuk tertawa bersama hingga kami lelah tertawa dan hanya butuh 2 hari untuk menangis bersama hingga kami lega menumpahkannya. Pada hari itu juga kami berjanji untuk tidak bersedih karena pasti pasangan juga akan turut bersedih.  Kami memilih untuk bahagia karena kami harus menjaga perasaan satu sama lain.

tetiba lagunya gita gutawa terngiang-ngiang

Hari… ku indah… dua hati menjadi satu~ syalala lalalaa

😀 Allhamdulillah Ya Rabb…  Semoga Engkau meridhoi perjalanan panjang kami.

SELAMAT! bagi teman-teman yang sedang memperjuangkan separuh agamanya ^_^ Wish u All the BEST

kalau cinta, semua pasti tentang dia

Bismilahirrahmanirrahim,

Random post kali ini akan melengkapi cerita di kategori tulisan “sekolah pernikahan”. semoga setelah membaca tulisan ini, pak suami tidak terlalu (berlebihan) ge-er nya yah ^^.

sesaat sebelum menikah, seorang adik pernah bertanya

“perasaan mba dengan mas itu, gimana sih?”

sy menjawab sambil lalu

“biasa aja, suka… ya biasa aja”

sulit rasanya menggambarkan perasaan pada saat itu. Semesta pun hanya diam, tidak tertebak.

Banyak kisah yang pernah saya dengar dari beberapa pasangan yang telah menikah. Mengenai perasaan-perasaan mereka. Ada yang sedari dulu telah diam-diam menyukai, ada yang tidak pernah berinteraksi sebagai teman sama sekali, ada pula yang telah menjadi teman akrab dan tetiba dipertemukan pada satu kondisi perjodohan #eaa. saya yang mana? aah kepo deeeh… gak perlu tau yah🙂 rahasia :p

Dibalik itu, perubahan cukup drastis ternyata dapat terlihat oleh orang-orang disekitar saya. selepas 2 bulan kami bersama, mengalami Ramadhan dan kepulangan ke Batam dalam perjalanan panjang Idul Fitri membuat banyak kenangan yang menempel erat dibenak saya. potongan-potongan kisah lucu, sedih, bahagia, malu-malu, sok cool, dan adaptasi lainnya terus berputar-putar dikepala saya. seperti sebuah film layar lebar yang tak henti-hentinya ditonton oleh jutaan orang. Terus berputar… terus kembali kedalam ingatan ketika sedikit saja kata kunci terbuka.

Hal itu yang membuat saya terlihat berbeda ketika harus kembali beraktivitas normal dengan teman-teman di tanah rantau Jogja. Ketika teman-teman sedang membicarakan angpao/uang THR, saya tiba-tiba teringat kejadian lucu yang terjadi di Batam. Saat itu suami sedang memberikan sedikit THR ke adik-adik sy di hari pertama sy memperkenalkannya. secara otomatis adik-adik saya mengucapkan kata “terima kasih” atas pemberian tersebut. namun bukan “terimakasih kak” atau “terimakasih bang” salah satu adik malah mengatakan “terimakasih om” dengan muka polosnya :v karena mungkin mereka masih belum mengerti, posisi laki-laki ini dalam keluarga kami seperti apa. dan saya menceritakan kisah ini langsung dihadapan teman-teman  dengan wajah bahagia ketika mereka mengingatkan saya pada angpao/THR. 

Dilain waktu ketika sedang memasak bersama di Asrama akhwat fosda, tiba-tiba juga saya teringat betapa mudahnya memasak di rumah karena suami selalu jadi chef utama wkwk.

sdc13920

Terus begitu, selalu saja saya menghubungkan setiap kejadian ke kejadian yang saya alami bersama suami secara tidak sadar. Hingga sampai pada awkward moment yang tercipta setelah saya bercerita mengenai suami dengan penuh semangat. Teman-teman mulai tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan saya yang terus mengingat dan menceritakan kejadian-kejadian bersama suami. aaahh kena deeeh.

Mungkin benar ya kata orang : kalau kita jatuh cinta, apapun yang kita rasakan pasti tentang dia. Apapun yang kita ingat juga pasti tentang dia. Semua yang kita lakukan pasti karena rekomendasi dia. kata-kata “kemarin suami…” “suami bilang…” “menurut suami … ” pun saat ini seperti menjadi kebiasaan yang tidak dapat di cegah.😀 Alhamdulillah, semoga Allah terus menjaga keberkahan dalam hubungan yang sedang kmai rajut ini.

Saya jadi berfikir : jika makna cinta adalah seperti itu, seharusnya kita bisa mengukur kadar cinta kita kepada Allah bukan? Melalui hal-hal yang kita lakukan atas nama Allah, atas rekomendasi Allah, atas Ridhonya Allah. Hingga kita menjalani hidup dengan selalu memngingat nikmat yang Ia berikan.

Benar, kita pasti dapat mengukur kadar cinta itu,🙂 Aah hati… semoga cinta ini sejati.