Metode Penelitian (1) : klasifikasi kota atas dasar karakteristik pertumbuhan dan urbanisasi

Klasifikasi kota adalah sebuah upaya untuk mengidentifikasi  golongan-golongan / tipe-tipe kota sebagai bagian awal tahap untuk mengatasi permasalahan dalam perkotaan. Kota dengan berbagai warna dan corak kehidupan, memiliki kecenderungan yang berbeda jika dibandingkan dengan kota yang lainnya, dan biasanya sebuah kota menampilkan warna tertentu yang juga turut diseimbangkan dengan warna pendukung lainnya. Perbedaan golongan-golongan kota tersebut, dapat diidentifikasikan melalui beberapa sudut pandang, seperti Klasifikasi kota dari segi fungsinya, klasifikasi kota dari segi fisikalnya, karakteristik kota ditinjau dari segi tingkat pertumbuhannya, klasifikasi kota ditinjau dari segi hirarkinya (Hadi Sabari Yunus, 2005).

Kota adalah bagian dari Human settlement. Dikatakan oleh Doxiadis bahwa :

Human Settlement are, by definition, settlement inhabited by Man”. (Ekistics, Constantinos. A. Doxiadis 1968)

Selain definisi kota diatas, Kota juga dapat diibaratkan seperti makhluk hidup, yang mengalami perkembangan dan juga akan mengalami yang namanya Stagnant, maka pada kesempatan kali ini hanya akan dibahas mengenai Klasifikasi kota atas dasar karakteristik pertumbuhan dan Urbanisasi. Secara umum menurut Houston J.M, suatu kota dapat digolongkan menjadi 3 atas dasar klasifikasi pertumbuhan :

  1. Stadium Pembentukan inti Kota

Pada tahap ini, baru dirintis bangunan-bangunan tinggi dan menjadi cikal bakal terbentuknya inti kota yang kemudian dapat kita sebut dengan istilas CBD (Central Business City)

  1. Stadium Formatif

Menunjukkan penampakan fisikal yang berbeda seetelah abad 19, yang timbul akibat adanya revolusi industry. Perkembangan teknologi membuat kota semakin meluas membentuk penampakan fisikal kota seperti Bintang atau gurit.

  1. Stadium Modern

Mulai terlihat pada abad 20, ditandai dengan mulai munculnya kota-kota satelit. latar belakang kota yang semakin cepat berkembang dengan system transportasi yang cukup maju membuat masyarakat memilki pandangan lain mengenai kegiatan di kota dapat ditempuh dari tempat manapun, sehingga mendorong mereka untuk mulai mencari tempat tinggal yang lebih nyaman diluar suasana kota.

Jika terdapat klasifikasi seperti yang di golongkan oleh Houston J.M diatas, mulailah muncul pertanyaan apakah setiap kota mengalami proses perkembangan kota yang sama? Apakah sama antara kota yang sudah berkembang dengan kota yang sedang berkembang?. Jawabannya adalah tidak, jika kota – kota tersebut mengalami kondisi lain yang berbeda, missal dipengaruhi oleh iklim pemerintahan, social kependudukan, budaya serta faktor ekonomi yang mungkin dapat mempengaruhi kota sehingga kota tersebut memiliki klasifikasi kota yang berbeda dari yang telah disebutkan diatas.

Perkembangan suatu wilayah erat kaitannya dengan Urbanisasi. Pengertian Urbanisasi oleh Paul Knox (1994) bahwa urbanisasi sebagai proses perubahan :

Urbanization is a process of changes : size, densities and composition of population, economic structure and human behaviour

Urbanisasi merupakan salah satu bentuk proses perkembangan kota. Perubahan populasi, struktur ekonomi serta social juga dapat membentuk tipe-tipe kota yang berbeda. Dari segi populasi, semakin banyak penduduk, kegiatan yang berada didalam kota akan semakin meningkat banyaknya dan selanjutnya kota dengan penduduk sedikit berbeda dengan kota yang memiliki penduduk dalam jumlah banyak. Dari segi struktur ekonomi, meyangkut sector basis yang ada dalam sebuah wilayah, menjadikan karakter sendiri yang membedakan sebuah kota dengan kota lainnya. sedangkan dari segi social budaya, tipe kota seperti Yogyakarta dan Bangka Belitung juga akan sangat berbeda, kondisi social dan budaya Yogyakarta yang sebagian banyak adalah petani dengan lingkungan pendidikan, sedangkan Bangka Belitung yang sebagian banyak adalah para petambang timah dengan lingkungan pesisir sebagai bagian alam kotanya. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kota dapat dibedakan atas dasar karakteristik pertumbuhan  salah satunya ialah Urbanisasi.

Referensi :

Hadi Sabari Yunus. Klasifikasi Kota.Yogyakarta : pustaka pelajar, 2005

Soetomo, Sugiono, Urbanisasi dan Morfologi, proses perkembangan peradaban dan wadah ruang fisiknya : menuju ruang kehidupan yang manusiawi, Yogyakarta : graha ilmu, 2009

–::–

ini tulisan tugas Metodelogi Penelitian minggu pertama

evaluasi sementara : inti penulisan gak jelas, dan terlalu terburu-buru mengakhiri tulisan 

judul dan yang djelaskan hampir gak nyambung.

ada  masukan lain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s