Review : Pokok-Pokok Pemikiran ULRICH BECK (KeyThinkers on Space and Place)

Ditulis oleh :
M.Azhar Rivany

Disempurnakan oleh :
Maisyarah Pradhita Sari ^^v

I.  PENDAHULUAN DAN PROFIL PEMIKIRAN 

Pemikiran dia telah mempengaruhi pemikiran geografis terutama pada subjek (manusia), hubungan antar individu dan institusi sosial. Hal ini dilakukan dengan fokusnyanya pada “Bagaimana pengalaman sosial manusia berubah seiring dengan masyarakat industri modern yang menghadapi masa-masa ketidak pastian dan restrukturisasi karena masalah-masalah yang melekat pada konstitusi mereka.”

Pandagannya yang paling menonjol adalah ketika ia menyajikan pemikiran yang optimistik tentang bagaimana orang-orang dapat dilibatikan dalam bentuk gerakan politis yang berkarakter keras dan bebas.Hal ini merupakan anjuran supaya krisis ekonomi, politik,sosial, dan ekologi dapat dihindari.

lahir tahun 1944, besar di Hanover (Jerman barat). Tahun 1980 jadi Professor Sosiologi di kota kecil bernama Bamberg, kemudian jadi pimpinan sosiologi di Universitas Munich dan The London Shool of Economics and political Science.

Melalui sosiologinya, ia juga memikirkan untuk memahami fenomena-fenomena global yang nampaknya tidak terkait satu sama lain pada akhir abad 20 dan awal abad 21, termasuk munculnya  bencana alam yang sebelumny belum pernah terjadi, ketidakstabilan ekonomi dan ancaman teroris. Dia mencoba untuk menteorikan fenomena-fenomena tersebut secara bersamaan. Mempertanyakan kondisi yang ada sekarang seperti degradasi lingkungan dan kurangnya lapangan pekerjaan bermuara dari mana.

Beck juga memformulasikan sebuah pergeseran dari kebudayaan first modernity  ke second modernity , dengan tema utama nya adalah kemunculan RISK SOCIETY. Gagasannya tentang RISK SOCIETY mengacu pada pemahaman bahwa ada pergeseran dari masyarakat industri ke masyarakat masyarakat akhir modern (late modern society). Pergeseran tersebut  dicirikan dengan pemahaman mereka terhadap bencana, yakni beberapa bencana yang di sebabkan oleh kegiatan masyarakat tidak dapat diperhitungkan dan mungkin tidak diketahui dampak bencananya.

presentasi vany

Berkaitan dengan bencana ekologis, Beck mengilustrasikan bahwa kemajuan teknologi dan ekonomi menjadi lebih besar karena risiko yang diproduksinya dalam setiap proses yang terlibat dalam kemajuan tersebut. sebagai contoh ia menyebutkan bahwa the production of wealth  secara sistematis di iringi dengan produksi sosial dari risiko, misalnya polusi dan perubahan iklim dapat dipikirkan dalam 3 hal :

  1. risiko (masalah-masalah) itu dihasilkan dari ilmu pengetahuan dan teknologi, kemudian ilmu pengetahuan dipandang dapat menjadi solusi untuk masalah-masalah tersebut.
  2. risiko  yang di hasilkan telah berdampak pada skala spasial dan temporal, (seperti pada masyarakat awal era industrialisasi) dalam artian, risiko-risiko tersebut tidak secara langsung disebabkan oleh mereka.
  3. ini merupakan kritik, tekadang antar individual itu tidak secara langsung peka (atas risiko-risiko yang menimpa) pada individu lainnya, mereka butuh organ sensor yang berupa pengetahuan.

Menurut Beck masyarakat late-modern, teknosaintifik, industrial dan kapitalis secara sistematis di pengaruhi oleh risiko yang disebabkan oleh kondisi fundamental dari pendiriannya. Disamping ancaman terhadap ekologi, konsep Beck tentang RISK SOCIETY meliputi ketidakstabilan ekonomi dan politik berkaitan dengan perubahan global. Sebenarnya dimensi kunci dari pemahamannya terhadap sosiologi adalah “mempertimbangkan dampak dari risiko-risiko tersebut terhadap institusi sosial dan kehidupan-kehidupan individu. Dia berargumen bahwa dengan munculnya kestabilan sosial dan ekonomi, orang-orang belajar untuk berharap, untuk berada dibawah kondisi dari first modernity, misalnya pola hidup yang kolektif, mata pencaharian, dan ekploitasi terhadap alam masih dominan. Namun kondisi-kondisi tersebut telah dirongrong/digerogoti oleh proses-proses yang saling berhubungan : globalisasi, individualisasi, revolusi gender, pengangguran, dan risiko global lainnya seperti krisis ekologi dan keruntuhan pasar finansial dunia. Oleh karena itu Beck menjelaskan bahwa pengalaman sosial yang ada saat ini sebagai refleksi modernisasi dengan masyarakat, senantiasa berevolusi melalui rangkaian perubahan institusional dalam merespon risiko yang tidak dapat diantisipasi.

Perubahan mendasar dari masyarakat berkaitan dengan pergeseran dalam peran politik. Pada masa first modern, politik secara prinsipil berfokus pada distribusi barang (kekayaan). Namun pada masa late modern, distribusinya adalah keburukan : kerusakan dan degradasi lingkungan, ataupun efek-efek negatif dari globalisasi ekonomi : pengangguran, pemutusan hak kerja/disinvestasi). Berdasarkan hal tersebut, menurut Beck, keburukan keburakan (BADS) pada masa late-modern telah menghasilkan krisis di banyak institusi konvensional seperti pemerintahan nasionalà semakin membebani pemerintah. Krisis yang terjadi tersebut (KRISIS KONTEMPORER), berkaitan dengan 2 ciri, yakni :

  1. risiko-risiko baru tersebut tidak dapat diprediksikan bahkan tidak diketahui dan tidak dapat diperhitungkan dalam jangka waktu yang lama serta memiliki konsekuensi yang secara geografis menyebar. Biasanya yang paling sengsara karena adanya risiko-risiko tersebut adalah orang-orang yang paling tidak punya dan terpencil.
  2. Kedua, risiko baru dan kemuculan formasi lainnya, seperti perusahaan  multinasional dan jaringan teroris internasional telah mempengaruhi dengan jauh melampaui keringanan dari institusi-institusi yang secara konvensional di batasi oleh batas-batas nasional, yakni transnasional.

II.  KONTRIBUSI SPASIAL

  1. Subpolitik : istilah untuk menyebut kumpulan individu dan sejumlah N.G Institution sebagai organisasi diluar institusi-institusi politik resmi dalam upaya-upaya baru advokasi melalui politik. Perkumpulan ini menekankan pada peran-peran organisasi dengan sikap yang lebih kritis melalui ilmu pengetahuan, ekonomi, dan otoritas politik berkaitan dengan isu-isu pembangunan dan progress dari pembangunan.
  2. New cosmopolitan : merupakan sense of responsibility (perasaaan tanggungjawab) terhadap masyarakat lain yang berada dalam keadaan rentan. Maksudnya masyarakat yang tidak berada dalam 1 area (tersebar secara geografis) dapat menjadi satu kesatuan komunitas, karena memiliki interest yang sama untuk mengadvokasi salah satu masyarakat yang sedang menghadapi permasalahan tertentu misalnya ancama kerusakan lingkungan di daerah tertentu

Uraian kontribusi spasial

REFLEXIVE MODERNISATION: adalah suatu proses revisi yang tetap (konstan) dari aktivitas sosial pada tingkat individu dan institusional. Proses tersebut merubah bagaimana individu dan institusi-institusi merespon adanya ketidak pastian & (kondisi) dunia yang berisiko, seperti kejadian terorisme, bencana teknologi dll . Respon tersebut diwujudkan melalui merefleksikan (memikirkan secara sadar) ketidakpastian-ketidakpastian tersebut berupa risiko dan adanya bencana. Sehingga respon terhadap hal-hal tersebut  juga  merubah cara bagaimana mereka menyikapi hal-hal tersebut.

Namun proses merefleksikan ketidak pastian terjadinya hal-hal tersebut, telah di drive  oleh informasi atau ilmu pengetahuan yang dihasilkan dari kegiatan-kegiatan saintifik, teknis, mapun oleh organisasi-organisasi ahli. Karena itu muncul kritik bahwa informasi yang dihasilkan tersebut ambigu dan rumit à informasi yang dihasilkan kabur, tidak dapat menjelaskan sebenarnya siapa yang bertanggung jawab atas terjadinya sesuatu hal, misalnya degradasi lingkungan atau keruntuhan (krisis) perekonomian.

Ketidakpastian lainnya yang dicontohkan disini adalah pekerjaan (work place). Pekerjaan di masa late-modern itu menekan fleksibilitas, hal ini lebih jelas dicontohkan melalui praktik-praktik kerja lepas, kontrak kerja pendek dll. Dalam hal ini globalisasi, telah menjadikan perusahaan dapat berinvestasi pada suatu negara/daerah dan dapat mencabut investasinya untuk menanamkannya lagi di negara atau daerah lain, artinya investasi mengalir dan tidak pasti. Padahal pada masa first modernitiy hal tersebut tidak sesignifikan sekarang, hubungan kerja antara perusahaan  dengan pekerja itu fleksibel.

*FLEKSIBEL = mudah disesuaikan dengan kondisi sekitar. Nasib pekerja diperhatikan.

Berdasarkan hal-hal tersebut orang-orang kemudian mulai menilai bahwa institusi sosial yang konvensional terbatas dalam merespon risiko (disebutkan diatas) yang dihadapi oleh mereka . Sehingga orang-orang mulai terpanggil untuk membentuk diri mereka sebagai individualà ada perubahan hubungan antara individu dan institusi sosialnya (pemerintah). Orang-orang mulai tidak mempercayai lagi fungsi dan peran pemerintah terhadap sikap mereka.

Dalam hal ini Beck berpendapat bahwa orang-orang mulai defensif  dan menolak modernisasià muncul keinginan untuk kembali pada ketentuan tradisional, dan suasana aman sebelum adanya modernisasi.

Berdasarkan hal inilah, muncul gerakan-gerakan etis dan politis baru maupun komunitas berjaringan global. yang mampu menghubungkan masyarakat atau anggota-anggotanya yang terpisah secara keruangan namun dapat berkumpul bersama untuk untuk menjalankan fungsi-fungsi advokasi (kegiatan-kegiatan) mereka.

Gerakan gerakan tersebut adalah dinamakan SUBPOLITIK :istilah untuk menyebut kumpulan individu dan sejumlah N.G Institution sebagai organisasi diluar institusi-institusi politik resmi dalam upaya-upaya baru advokasi melalui politik. Perkumpulan ini menekankan pada peran-peran organisasi dengan sikap yang lebih kritis melalui ilmu pengetahuan, ekonomi, dan otoritas politik berkaitan dengan isu-isu pembangunan dan progress dari pembangunan.

Adapun kontribusi spasial yang kedua adalah :

New cosmopolitan : merupakan sense of responsibility (perasaaan tanggungjawab) terhadap masyarakat lain yang berada dalam keadaan rentan. Maksudnya masyarakat yang tidak berada dalam 1 area (tersebar secara geografis) dapat menjadi satu kesatuan komunitas, karena memiliki interest yang sama untuk mengadvokasi salah satu masyarakat yang sedang menghadapi permasalahan tertentu misalnya ancama kerusakan lingkungan di daerah tertentu. Adapun ide dari

Refleksive Cosmopolitan diawali oleh Immanuel kant yakni Cosmopolitan  yang berupa guiding principle untuk melindungi orang-orang dari perang, berdasarkan pada prinsip moral.

Adanya ide cosmopolitan mampu memberikan curahan perhatian yang besar bagi isu-isu global melalui pemanfaatan organisasi-organisasi subpolitik tadi untuk melakukan perubahan.

Berdasarkan hal-hal tersebut, baik subpolitik maupun new cosmopolitan berlaku untuk isu-isu global lainnya seperti terorisme.

III.  KONTROVERSI

  1. Analisis tentang masyarakat yang berisiko oleh Beck cenderung didasarkan atas pemahaman kepakaran, misalnya tentang permasalahan lingkungan yang dihadapi suatu masyarakat tertentu. dan
  2. Prinsip  yang digunakan dalam pemikirannya Beck tidan begitu jelas.
  3. Beck tidak memperhatikan perbedaan budaya dan lokasi. Kondisi masyarakat yang peduli terhadap isu-isu yang dihadapi masyarakat lainnya tidak serta merta dapat terjadi karena mungkin ada perbedaan budaya antara masyarakat yang sedang menghadapi suatu permasalahan (lingkungan, ekonomi dll) dengan masyarakat luar lainnya. Selain itu hambatan yang mungkin terjadi adalah menyebarkan pemahaman/persepsi tentang RISIKO yang mungkin sulit dilakukan
  4. Beck overoptimis terhadap kemunculan bentuk advokasi melalui oleh gerakan-gerakan SUBPOLITIK.

Prakondisi dimana subpolitik dapat terbentuk, (kepedulian dan keaktifan masyarakat) kadang tidak terjadi. Sehingga advokasi terhadap isu-isu global tersebut tidak akan ada karena kumpulan orang-orang yang care juga tidak ada.

IV.  HASIL DISKUSI PERTANYAAN

1.       Bagaimana kritikan/hasil perenungan Beck terhadap ruang yang berbeda antara satu tempat dan tempat lainnya ? dan bagaimana caranya agar dapat menyelesaikan masalah dengan perbedaan tempat tersebut?

Jawab           : secara umum dalam artikel ini telah dijelaskan bahwa Beck juga mengerti/mempertimbangkan adanya aspek-aspek perbedaan ruang yang ada di masing-masing wilayah, serta perbedaan ini membawa dampak pada solusi permasalahan-permasalahan yang muncul. Dan cara yang diangkat untuk mengesampingkan efek perbedaan ini ialah dengan mengangkat isu-isu global yang menjadi perhatian banyak orang di berbagai tempat, sehingga setidaknya masyarakat harus tahu masalah apa yang sedang mereka hadapi saat ini. Untuk kemudian mencari solusi masing-masing.

2.       Sub Politic itu merupakan Lembaga atau sebuah proses?

Jawab           : Sub Politic dapat merupakan sebuah lembaga atau sebuah gerakan Non Government yang melakukan aktivitas politik secara langsung seperti “Green Peace”.  Atau di indonesia sering juga disebut sebagai LSM (Lembaga Sosial Masyarakat), mereka bertindak untuk membentuk masyarakat dari bawah.

Dalam setiap waktu, akan ada sesuatu/SubPolitic yang bertindak melawan, meluruskan atau memiliki kesadaran untuk menjadi lebih baik. Namun setiap kegiatan pasti memiliki pertentangan, karena kita tidak mungkin bisa membuat semua orang senang atau merasa terpenuhi 100%.

3.       Apakah Beck juga mempertimbangkan aspek kerentanan dalam hal ketidak pastian yang dianggap mengancam individu maupun sebuah kelompok masyarakat?

Jawab           : untuk aspek kerentanan, dalam artikel ini tidak begitu dijelaskan. Hanya saja Beck lebih berfokus pada resiko luar yang mengancam individu atau kelompok masyarakat.

–::–

diambil dari tugas Kuliah Teori Keruangan, Magister Perencanaan Kota dan Daerah UGM.
Alhamdulillah.. dengan ini UAS Teori Keruangan dinyatakan tidak ada.. hahhaaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s