Laporan Survey : Jalan Kaliurang kilometer 8-8.5

PENDAHULUAN

 1.    Gambaran Umum Wilayah

          Pengamatan ini dilakukan di salah satu ruas jalan kaliurang yang memiliki guna lahan lengkap disamping kiri dan kanannya, yang termasuk dengan lingkungan terbangun, tepatnya di jalan Kaliurang dari persimpangan Km 8 – persimpangan Km 8,5 Ngaglik Sleman.

           Daerah ini memiliki bangunan-bangunan berfungsi komersil dan jasa di kanan dan kirinya, seperti Gardu Listrik PLN, warung-warung makan, bengkel, Mushalah, dialer Motor, swalayan, toko buah, laundry, toko peralatan rumah tangga, warnet, wartel, salon,Pom bensin dan masih bermacam-macam lagi. Wilayah ini dibatasi oleh 2 persimpangan, sehingga saya tertarik untuk mengamatinya, karena persimpangan ini rawan macet, sedangkan tidak dipasang lampu merah.

2.    Tujuan dan Sasaran Pengamatan

            Tujuan Pengamatan :

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena-fenomena unik yang terjadi disepanjang ruas jalan Kaliurang Km 8-8,5 sebagai salah satu jalan yang memiliki guna lahan lengkap dan juga sebuah jalur pemerataan pembangunan

            Sasaran Pengamatan :

Sasaran penelitian ini adalah untuk mendapatkan suatu gambaran dan pemahaman mengenai karakteristik bangunan, jalan, dan aktifitas manusia di ruas Jalan Kaliurang Km 8 – 8,5 ini. Sekaligus segala permasalahan yang terjadi di dalamnya demi pengembangan, pematangan, dan pemantapan lebih lanjut dalam bidang komersial dan pemukiman.

3.    Lingkup Pengamatan

Penelitian ini dititik beratkan pada beberapa aspek yaitu aspek fisik, kegiatan ekonomi, social, dan hubungan fungsi lahan. Aspek fisik meliputi kondis, dimensi, dan situasi llingkungan terbangun (built environment). Aspek kegiatan ekonomi menyangkut kondisi komersial dan tingkat kesejahteraan masyarakat, sedang aspek social meliputi prilaku masyarakat sekitar, sedangkan fungsi guna lahan mencakup penempatan pembangunan dan pemerataan.

4.    Waktu Pengamatan

Pengamatan dan penelitian ini dilakukan berulang kali dalam dimensi waktu yang berbeda, sehingga dapat kita ;lihat perbedaan aktifitas pada pagi, siang dan malam.

METODE PENGAMATAN

Metode – metode yang digunakan dalam meneliti kawasan Kaliurang Km 8 – 8,5 ini terdiri dari :

Metode Site reconnaissance

Metode ini adalah pengamatan secara langsung untuk mendapatkan gambaran umum mengenai suatu wilayah / suatu mesalah sehingga memperoleh data kualitatif.

Manfaat metode ini antara lain :

  •   dapat membuka kesmpatan untuk ditemukannya hal-hal yang baru, baik dalam hal materi, fenomena, dan area penelitian.
  •   Seluruh aspek kehidupan masyarakat yang bersangkutan dapat diteliti.

Metode windshield survey

Biasa disebut dengan quick site survey, survey secara cepat yang kadang kalanya meneliti dari dalam kendaraan. Metode ini digunakan karena obyek yang akan diteliti itu masih sangat luas dan perlu penelitian berulang kali. Penyusunan penelitian ini banyak menggunakan metode quick site survey.

Metode field interview

Wawancara merupakan suatu interaksi verbal antara pihak peneliti dengan sumber informasi (responden) yang terpilih dalam suatu percakapan yang terencana,

tujuan wawancara :

–          mendapatkan data yang obyektif

–          menggali data lebih dalam

–          mengarahkan data

–          mendapatkan informasi yang lebih relevan

teknik wawancara dalam penelitian ini adalah wawancara terfokus, yaitu wawancara berdasarkan pedoman yang telah ditentukan sebelumnya dalam suatu kerangka yang tersusun baik, sehingga wawancara dapat benar-benar diarahkan. Wawamcara dilaksanakan pada Polisi pengatur jalan persimpangan daerah itu, dan warga sekitar.

HASIL PENGAMATAN

Jalan

            Jalan di persimpangan pertama dari arah selatan ini mengecil didarerah gangnya, namun tidak sesuai dengan kapasitas penduduk yang keluar masuk daerah gang tersebut, jadi apabila pagi hari menjelang, ketika semua orang memulai aktifitasnya, terjadilah macet. Kondisi jalan di dalam gang lumayan baik, dan masih dapat digunakan secara efektuf.

            Dimensi jalan kaliurang ini lumayan luas, muat hampir 4 mobil secara bersamaan, namun  dapat kita lihat pada gambar, masih ada pengendara yang mencoba memarkir mobilnya dipinggir jalan dengan memakan sedikit muka jalan. Hal ini sangat mempengaruhi lalu lintas di jalan kaliurang. Sehingga optimalisasi jalan masih sangat kurang.

Bangunan

          Karakteristik bangunan di sekitar wilayah Kaliurang km 8 – 8,5 ini masih berkembang secara horisontal, meskipun ada beberapa bangunan yang sudah bergerak vertikal. Tekstur bangunan masih kasar dan lumayan padat, terjadi banyak aktivitas ekonomi didaerah ini. Seperti yang telah di jelaskan diatas sebagai gambaran umum, di daerah ini terdapat banyak bangunan berfungsi komersil, dan juga merupakan guna lahan campuran.

            Yang dapat menjadi sorotan adalah Gardu Listrik PLN, dan Pom bensin. Tata guna lahannya campuran, karena dalam satu kawasan terdapat berbagai macam aktivitas perdagangan dari makanan hingga jasa.

             Bentuk Arsitektur yang khas dari bangunan-bangunan yang ada di kedua ruas ini masih hampir sama dan dominan, dengan muka depan yang sederhana. Namun ada juga bangunan yang memiliki arsitektur khas berbeda dengan yang lainnya, contohnya saja Toko barang-barang yang terbuat dari kayu, bangunannya pun mencerminkan fungsinya, jadi didesign dengan penampakan coklat kayu yang unik.

Pedestrian

          Pedestrian merupakan jalur untuk para pejalan kaki, namun pada hakikatnya juga merupakan space yang berada di setiap depan bangunan, yang biasanya terletak di tepi jalan raya. Sepanjang perkembangan kota, ada pedestrian yang memang berfungsi secara optimal, namun ada juga pedestrian yang hanya menjadi tempat parkir bagi pengguna kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Di sepanjang Jalan kaliurang Km 8 – 8,5 ini, sudah terdapat pedestrian yang sering digunakan para pengunjung yang berjalan kaki, namun kondisinya masih kurang memungkinkan, karena masih banyak juga jalanan yang rusak.

            Dimensinya kira-kira 1- 2 meter dari tepi jalan.

Aktivitas Manusia

Aktivitas manusia di daerah ini dominan terjadi pada malam hari, karena banyak pedagang kaki lima yang berada di depan space sepanjang Gardu Listrik PLN daerah ini yang mulai membuka dagangannya pada malam hari, sehingga dapat dibayangkan, waktu untuk berkumpul bagi masyarkat sekitar lebih optimal terjadi pada malam hari.

            Masyarakat sekitar lebih sering berlalu lalang di jalan ini karena sering menjadi penghubung antara aktivitas di Jakal Km atas dengan Jakal di Km bawahnya. Aktivitas masyarakat pada pagi harinya memang padat, apalagi di sekitar 2 persimpangan yang membatasinya, bahkan menurut polisi yang sering berjaga di daerah ini, sering terjadi kemacetan dan kecelakaan yang berakibat fatal.

Rambu – rambu dan pelengkap

          Rambu-rambu di jalan menjadi pertanda dan peringatan bagi pengguna jalannya. Begitu pula rambu-rambu jalan yang terdapat di daerah yang saya amati ini. Namun hanya satu yang dapat saya temukan, yaitu rambu peringatan yang berada sekitar 10 meter sebelum persimpangan kedua di arah utara.

             Peringatan ini menunjukan kepada kita bahwa disepanjang jalan tersebut sering terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh persimpangan dan penggunanya yang sering ngebut-ngebutan di daerah rawan itu.

            Sebelumnya, saya bertanya kepada salah satu Polisi yang sering berjaga mengatur lalu lintas di persimpangan ujung utara ini, mengapa dengan tingkat keramaian yang seperti ini, pemerintah tidak menganjurkan untuk menggunakan lampu lalu lintas saja, namun beliau berkata bahwa  keramaian ini masih bisa diatasi dan tidak menimbulkan sesuatu yang terlalu bahaya, dan juga karena, kemacetan yang terjadi di jalan ini hanya terjadi sekitar jam 06.00 – 08.00 pagi saja.

Berikut yang beliau katakan mengenai tujuan adanya lalu lintas :

  • Menghindari hambatan karena adanya perbedaan arus jalan bagi pergerakan kendaraan.
  • Memfasilitasi persimpangan antara jalan utama kendaraan dan pejalan kaki dengan jalan sekunder, sehingga kelancaran lalu lintas dapat terjamin.
  • Mengurangi tingkat kecelakaan yang diakibatkan oleh tabrakan karena perbedaan arus jalan.

Selokan yang berada di ruas kiri jalan, apabila diperhatikan lebih dekat, selokan ini menampung banyak dedaunan dan sampah-sampah, namun menurut penuturan warga sekitar, karena dimensi selokan yang cukup besar, selokan ini masih dapat berfungsi dengan baik dan dapat menampung air hujan. Disisi selokan ini juga sudah terdapat peringatan bagi pedagang-pedagang kaki lima yang dilarang berjualan di sekitar selokan.

KESIMPULAN/LESSON LEARNED

Pengamatan di Jalan Kaliurang Km 8 – 8,5 Ngaglik Sleman ini merupakan pengamatan yang pertama kali dilakukan, proses pengamatan dilakukan secara individu. Sebagai pembatas wilayah pengamatan adalah persimpangan dari arah selatan yang terletak di Kanan jalan, dan persimpangan ujung utara dari arah selataan berada di Kiri jalan.

Kesimpulan keadaan wilayah yang dapat di amati adalah :

  • Tersedianya jalan utama yang lebar dan cukup baik, dapat menjejer hampir 4 mobil  secara bersamaan. Dan juga keadaan jalan yang rata.
  • Keadaan bangunan yang masih berkembang secarah horizontal, dan sudah terdapat bangunan yang memiliki design arsitektur khas. Memiliki guna lahan yang lengkap/campuran. Terdapat bengkel, PLN, Pom bensin, warung makan, peralatan rumah tangga, peralatan kayu, Warnet, Wartel dll.
  • Pedestrian terdapat disepanjang jalan, walaupun ada yang kondisinya kurang baik
  • Aktivitas manusianya pada saat proses ekonomi terjadi di toko dan warung-warung.
  • Keadaan persimpangan jalan yang padat akan penggunanya, sering mengakibatkan macet pada pagi hari bahkan terjadi kecelakaan kecil.
  • Jalan Kaliurang ini menjadi penghubung antara masyarakat di daerah Km atas dengan masyarakat di Km bawah.

Pembelajaran yang di dapat dari pengamatan individu ini, berlangsung saat survey

dilakukan. Banyak kejadian baru yang bisa jadi pelajaran dan pencerahan semangat. Saat survey kita belajar bagaimana caranya meneliti dan mengamati sesuatu yang statis maupun proses dinamis, seperti keadaan jalan, bangunan, dan pedestrian. Kita juga dituntut untuk mengamati prilaku masyarakat dan juga aktivitasnya.

            Pengamatan ini melatih kita untuk berani beradaptasi dengan orang-orang yang baru kita kenal di jalan, apalagi pada saat kita akan melakukan interview atau sekedar berbincang mengenai keadaan wilayah sekitar.

Kelebihan dan kesulitan dari metode-metode survey yang saya gunakan antara lain :

Metode Site reconnaissance

Metode ini saya gunakan pada saat ada waktu luang, karena surveynya memerlukan waktu yang lumayan lama untuk mengamati masing-masing aspek. Kelebihannya yaitu terletak pada hasil pengamatan yang kita dapatkan .

Kekurangannya yaitu pada saat aktivitas wilayah sedang rame-ramenya, kita tiak dapat menentukan informasi secara obyektif dan juga pengamatan dengan metode ini tidak boleh dilakukan secara buru-buru

Metode windshield survey

Pengamatan dengan metode ini saya lakukan sekilas jalan saja di atas kendaraan, krena wilayah jalan kaliurang ini adalah jalan yang selalu saya lewati untuk pergi dan pulang dari kampus. Kelebihan dari metode ini adalah kita dapat melakukan pengamatn berulang kali pada waktu yang berbeda.

Kekurangannya sulit mengamati suatu kejadian dengan lebih dekat.

Metode field interview

            Dilakukan dengan wawancara terstruktur, jadi pertanyaan yang akan diajukan sudak disusun dari awal sebelum melakukan wawancara atau bincang-bincang bisa. Wawancara ini saya lakukan pada Polisi penjaga persimpangan jalan utara dan juga pedagang buah di sekitar jalan .

            Wawancara ini melatih keberanian kita untuk berinteraksi bahkan dengan orang yang belum kita kenal.

–::–

sebuah laporan, Februari 2010
(tanpa gambar)

5 thoughts on “Laporan Survey : Jalan Kaliurang kilometer 8-8.5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s