Sendiri, is nothing

Terkadang saya merasa, menjadi sendiri adalah pilihan yang paling baik. Tidak perlu bersusah-susah memahami setiap prilaku dan karakter orang-orang disekitar, tidak perlu mengatur-atur kata yang keluar dari lisan, tidak perlu berhati-hati melakukan sesuatu agar tidak membahayakan yang lain, serta tidak perlu menebak isi hati mereka agar tidak berbuat sesuatu yang berlebihan dan menyakiti. Toh sepintar-pintarnya kita mencoba memahami dan mengatur setiap tindakan yang akan kita lakukan terhadap orang lain, kita tetap saja tidak akan bisa membuat mereka bahagia sepenuhnya. mereka lebih mengetahui apa yang hati mereka inginkan dibanding siapapun.

Saya yakin kalian pun menyukai kesendirian. Namun ternyata, kebiasaan untuk menebak-nebak kondisi seseorang dan berharap tau apa yang sedang ia rasakan telah menjadi hobi yang sulit dihilangkan. seperti saat kamu membaca tulisan ini. kamu memiliki rasa ingin tau dan rasa ingin membantu meringankan masalah jika ada yang membutuhkan.

dan sekarang menjadi sendiri itu… adalah nothing. terlibat dalam banyak kisah orang dan memberi kebermanfaatan sudah mewujud menjadi hal yang mutlak. 

ayolah… ada banyak hati sakit yang harus diusap, masih banyak jiwa yang harus di papah. kita harus kuat! menjadi pribadi yang lebih bermanfaat.

Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah saw menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)

Yaa Rabbi… kuatkanlah kami, jauhkan kami dari sifat lemah yang bertambah-tambah,
hanya karena urusan pribadi yang belum selesai

Kamar Biru,
merasa lelah dengan apa yang orang perkirakan tentang diri ini,
namun biarlah, toh hidup bukan untuk memuaskan mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s