Butiran rengginang (bukan judul sebenarnya)

Sangat sering saya membuka blog, mengutak-atik isi dan membaca kembali tulisan-tulisan saya. Membacanya membangkitkan beberapa kenangan dan kejadian pada saat saya menuliskannya. kadang senyum, mengernyitkan dahi, sedikit menyesal menuliskan itu atau merasa membaca sebuah tulisan yang mengekspresikan sisi lain diri saya yang sering tertutup oleh sisi yang lainnya. Terkadang pula menemukan semangat yang entah telah beberapa lama terkubur, terkubur oleh banyaknya kejadian-kejadian baru yang meminta perhatian.

Tapi membaca tulisan sendiri itu memang menyenangkan. Menghilangkan remah-remah kepenatan dan kembali untuk jujur dalam berbahasa.

Ada masa ketika saya merasa takut untuk menulis. salah satu penyebabnya ialah karena Blog ini mulai di ‘Follow’ oleh banyak orang-baik yang telah saya kenal maupun yang baru berkenalan di dunia blog ini. Semakin banyak yang membaca, membuat saya beranggapan untuk sedikit jaim  menjaga sopan santun ketika sedang menulis. menyembunyikan sedikit bagian diri saya yang saya fikir akan rapuh sedih jika harus dikomentari miring oleh banyak orang. 😀 haha #plak.

itu terjadi pada saya 🙂

Hari-hari pun berlanjut menjadi bulan, hingga tahun. Saya membaca kembali tulisan-tulisan pendek terpupus/terpatah-patah dengan banyaknya editan. Tulisan-tulisan tersebut menjadi lebih baku hingga terasa kaku. Saya akui, ‘mengatur’ sebuah tulisan merupakan hal yang penting, apalagi akan dibaca oleh banyak orang. Tapi… Honestly, saya sedikit tersiksa terganggu karenanya.

Tulisan bukan lagi ekspresi jiwa, ia terbelenggu ranting-ranting kayu yang terseret arus sungai.

Saya hanya ingin lebih jujur dalam menulis, jujur dalam belajar serta jujur dalam berkembang *siul-siul*

Semoga blog ini bisa lebih bermanfaat serta bisa menginspirasi pula
(ini tulisan apa sih dhiiit??)

Ditulis dalam keadaan Lapar :p jadi maaf kalau kagak nyambung. By the way guys… saya hanya ingin berpesan agar kamu-kamu semua tetap menjadi diri kalian pribadi. Diri yang penuh ketaatan pada Sang Maha Menciptakan. Taat padanya, hingga kamu mengenal hakikat dirimu diciptakan di muka bumi ini 🙂 walau hanya merasa sebagai butiran rengginang.

saya mah apa…
hanya butiran rengginang #lha

2 thoughts on “Butiran rengginang (bukan judul sebenarnya)

  1. Aku pernah ngerasa hal yang sama dibagian “mulai di ‘Follow’ oleh banyak orang-baik yang telah saya kenal”

    atau sering ngerasa gimana kalo tiba tiba ada yang nyamperin dan bilang, “Aku habis baca blog, ko” atau something like that. Rasanya kok ya Malu. haha.

    Malu tapi sambil tetep terus nulis B=)

    Semangat terus, Dit! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s