Belajar Membina

Bismillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillah, kini satu proses telah terlewati dengan penuh rintangan. Rintangan yang biasanya datang dari diri saya pribadi, juga berbagai rintangan yang tentu terkadang juga hadir di luar kendali saya #hehe #ngeles. Tugas saya untuk belajar membina adik-adik angkatan ini semoga menjadi salah satu jalan yang dapat mengubah saya menjadi lebih baik dari waktu kewaktu. mengapa bisa begitu? karena membina tidak hanya berarti mengajarkan… membina juga berarti belajar. Saya mah apa atuh, jika membina hanya diartikan sebagai proses ‘mengajarkan’. Padahal kenyataannya dengan mencoba membina, maka saya mendapatkan banyak energi positif untuk terus ‘belajar’ dan ‘mengajari diri saya sendiri’.

Terlalu naif memang jika saya mengaku bahwa saya adalah seorang kakak pembina yang baik. aahh tidak!, bahkan rasanya saya tidak punya cukup kemampuan untuk dapat membina mereka agar dapat memiliki keilmuan dan akhlaq yang lebih baik. Namun, bukankah kita adalah calon pembina? (bagi kita perempuan khususnya) kelak kita akan membina sebuah keluarga, juga akan membina anak-cucu yang telah kita lahirkan. Jika saat ini saya sebagai kakak bagi saudara-saudara kandung atau kakak bagi adik-adik angkatan di kampus tidak dapat membentuk pribadi muslim dalam diri mereka, maka kapan lagi saya akan belajar membina? tentu akan tertatih-tatih jika saya baru mulai belajar saat moment ‘membina keluarga’ itu datang.

Intinya… saya harus mulai belajar dari sekarang 🙂

Walau sulit rasanya memulai membina serta menikmati prosesnya, namun melalui langkah-demi langkah dalam membina  tersebut telah menyadarkan saya arti rendah hati. untuk tidak sombong menilai diri dan menilai orang lain.

Membina bukan hanya sekedar mengajarkan, seperti yg telah saya katakan diatas (saya mah apa atuh… tidak pintar mengajarkan) namun menurut saya, membina berarti memeluk hangat tubuh-tubuh bersahaja yang ingin tumbuh bersama, memperbaiki bersama, mewarnai lingkungan dengan bersama-sama pula. Tidak hanya dengan kemampuan pribadi, namun menyerahkan proses membina ini kepada yang lebih ahli. membina itu seperti seorang ibu, tidak semua hal besar dalam membina anak harus ia lakukan sendiri. Ibu juga butuh lingkungan yang mampu membentuk pribadi anak-anak mereka. hmm sedikit tidak nyambung >_< namun semoga teman-teman mengerti hha.

Yuk mari mulai membina… membina memang merupakan sebuah kata kerja yang cukup berat, namun dapat kita mulai sederhanakan dengan melakukannya saja. sesuai apa yang bisa kita lakukan dan sesuai dengan potensi yang kita miliki. Semoga keberkahan selalu melingkupi kita bersama 🙂 aamiin Ya Rabb…

Sarah, setelah lama tidak menulis ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s