Banyak hikmah dalam satu peristiwa

Bismillahirrahmanirrahiim..

Alhamdulillah… Allah sedang membangunkan saya dengan cukup kerasnya. membangunkan hambanya yang telah tertidur cukup lama :). Pada tulisan kali ini, saya akan coba menuliskan mengenai hikmah yang begitu banyak  Allah berikan khususnya pada hari ini. Selasa 31 Maret 2015.

Penghujung bulan maret.

Hari selasa ini saya mulai dengan cukup baik, dengan sebuah kepercayaan yang perlahan tumbuh karena telah menyelesaikan beberapa tugas profesionalitas. Siang itu ba’da sholat dzuhur di rumah, saya bergegas meluncur dari rumah di Jalan Kaliurang kilometer 10,2 Yogyakarta menuju kampus yang berjarak sekitar 6 kilometer. Membawa tugas-tugas saya dan juga memasukkan laptop kedalam tas. Berharap melanjutkan yang tersisa di dalam forum yang akan saya ikuti pada pukul 13.00 siang nanti.

Good day, langit tampak bersahabat. Sayapun semakin mantap memulai siang terik itu dengan senyum yang tak kalah cerahnya. Alhamdulillah nikmatmu Ya Rabb… sekitar pukul 12.30 saya mulai mengendarai motor biru kesayangan yang diberi nama “beato” dengan tujuan Masjid kampus di selatan RS Sardjito. Namun beberapa menit sebelum keberangkatan, saya terlibat janji dengan seorang adik di kampus untuk menemuinya sebentar di Musholah teknik (Fakultas teknik).

Demi menghadiri forum pada pukul 13.00 di masjid kampus dengan tepat waktu, maka sayapun mulai menaikan kecepatan motor saya tepat beberapa ratus meter setelah meluncur dari rumah. jalanan mulai sedikit macet karena bertepatan dengan jam makan siang. 1 kilometer berlalu, namun perjalanan saya terhenti di pertigaan jalan kaliurang sekitar kilometer 9. Saat itu saya sedang mengambil jalur kanan karena ingin memotong salah satu mobil yang berada di hadapan saya. Namun tiba-tiba sekelebat, dipertigaan yang berada beberapa meter dihadapan itu, saya melihat sebuah motor melaju lebih gesit dari yang saya bayangkan. Berbelok memotong iring-iringan jalan kami yang sedang melaju dari arah utara.

Sesaat saya hanya melihat cengiran dari 2 orang pengendara motor yang memotong tersebut. Pandangan kaget pengatur lalu lintas pertigaan (pak ogah) serta beberapa orang yang sedang duduk-duduk dipinggir jalan di depan sebuah dealer dan bengkel motor. Selebihnya saya hanya pasrah menekan dengan keras rem yang berada di kedua genggaman tangan saya. Motor melaju tanpa dapat saya kendalikan. Mobil di depan saya telah berhenti beberapa detik sebelumnya setelah ia juga menabrak sebuah mobil dihadapannya.

Saya pasrah dengan dua pilihan, menambah kekuatan genggaman rem saya hingga motor terpeleset jatuh atau membiarkan rem yang telah saya genggam dengan kuat lalu motor menabrak dengan sempurna… saya memilih yang kedua. Beberapa detik kemudian yang terdengar hanyalah sebuah tubrukan keras dan dunia berhenti sejenak.

Ya, saya merasa dunia berhenti saat itu (agak lebay, tapi memang begitu rasanya :3 padahal belum pernah rasain dunia berhenti yak hhi). Kejadian yang terjadi selanjutnya adalah berkumpulnya wajah-wajah khawatir yang memperhatikan kejadian tersebut. T_T wajah beato masuk ke bagian bawah mobil di hadapan saya… sempurna. Saya berdiri dengan sempurna, dengan beato yang juga mantap berdiri sendiri karena bagian tubuhnya terjepit.

Sekian prolog yang mampu saya gambarkan J *Panjang amaaat dhit. Hhe

Selebihnya akan saya ceritakan point-point penting yang saya peroleh ketika mengalami kejadian ini.

  1. Membuka mata untuk bersyukur atas nikmat titipan Allah

Sesaat seteelah kejadian tersebut, saya melihat beato dengan tatapan nanar, banyak bagian yang patah dan hilang terbang entah kemana. Kunci yang masih berada di tempatnya sudah berubah menjadi bengkok. Ah ya… kemudian teringat bahwa ini motor titipan. Sebuah motor yang dipinjamkan selama saya menuntut ilmu di tanah Yogyakarta. Dimana saya letakkan amanah itu? Saya kendarai ia dengan semena-mena hingga mengakibatkan tabrakan.IMG-20150331-02687[1]

Beberapa rasa berkecamuk dalam dada #ceileeh bahasanya 😀 iya, hampir-hampir sy menangis ketika melanjutkan perjalanan menuju kampus. Kondisi beato yang remuk redam mampu mematahkan sedikit hati saya siang itu. Tubuh sayapun masih bergemetar takut. Antara bingung harus minta pertanggung jawaban kepada siapa dan bingung bagaimana mempertanggungjawabkannya. #galauMode:ON

  1. Apapun yang terjadi tepati lah janji

Sempat terlintas dalam fikiran saya untuk pulang saja kembali ke rumah. Namun saya telah berjanji untuk 3 agenda pada siang itu. Ke Masjid Kampus Mardliyyah UGM, mengatarkan barang ke Teknik dan satu agenda tambahan yang telah satu minggu ini terabaikan.

Namun di rumah juga tidak ada orang. Lalu untuk apa?

Akhirnya saya meneruskan perjalanan menuju kampus. Benar saja ternyata dengan menepati janji tersebut, setidaknya saya tidak mendzholimi mereka dan tidak menghancurkan rencana-rencana harian yang telah mereka susun pula.

Karena dibalik apa yang telah kita janjikan, terdapat kejadian-kejadian lain yang saling berhubungan #tsaah. Maka, tepatilah janji sedapat mungkin guys!

  1. Tetap berikan yang terbaik yang kita punya

Dengan membawa kondisi jiwa yang masih shock dengan kejadian yang telah alami, saya memaksakan diri untuk mengikuti forum dengan khusyuk. Saya mendengarkan mereka, saya pun memberikan beberapa masukan yang semoga itu semua dapat berguna.

IMG-20150331-02686[1]

Motornya boleh rusak parah. tapi hatikan gak boleh rusak? #eaa

Kemudian yang saya peroleh adalah bertubi-tubi cerita lain mengenai kegelisahan diri masing-masing. aaah.. mereka bahkan memiliki permasalahan yang lebih banyak, mungkin juga lebih berat.  Dan saya bersyukur masih punya banyak hal… salah satunya adalah, saya masih mampu untuk memberikan yang terbaik dari diri saya. Alhamdulillah nikmatMu lagi Ya Rabb…

Hal serupa terjadi pula pada beberapa orang yang saya temui setelah forum tersebut, seolah tidak ada kesempatan bagi saya untuk mengadukan permasalahan yang baru saja saya alami. “Saya masih beruntung” perasaan itu yang mendorong saya untuk memberi lebih banyak lagi. Dari apapun yang masih tersisa pada diri saya.

  1. Saat orang lain menceritakan kesedihannya, dengarkan dengan perhatian

Hikmah yang satu ini saya peroleh ketika saya mulai menceritakan kondisi saya pada teman-teman dekat saya. Saya seringkali mendengar kajian yang menyatakan bahwa “ketika ada seseorang yang berbuat salah pada kita maka bencilah perbuatannya, bukan orang yang melakukan perbuatan tersebut”. Namun baru kali ini saya mampu mencerna kalimat tersebut dengan jelas.

Saat saya menceritakan kejadian yang baru saja saya alami, banyak kemudian teman-teman saya yang ‘menurut saya’ mereka salah fokus. Mempermasalahkan sebuah masalah yang itu sebenernya bukan jadi masalah pokok yang ingin saya ceritakan. Kejadian ini menurut saya adalah akibat dari tidak banyaknya perhatian yang mereka berikan ketika saya mulai bercerita.

Ternyata sakitnya memang disini yah.. :3 begini toh rasanya di salah fokuskan… begini toh rasanya tidak dipahami (haghag.. egois banget gueeh)

Tapi balik lagi dengan hikmah yang saya peroleh, pada akhirnya saya kemudian sadar agar dapat memahami orang lain. Berubah menjadi lebih perhatian pada teman-teman yang sedang menceritakan kesediahn ataupun masalahnya. Semoga bisa… aamiin

  1. Hindari membanding-bandingkan masalah orang yang satu dengan yang lainnya.

Hikmah ini juga saya dapatkan ketika bercermin dengan tanggapan yang saya dapat dari teman-teman saya. Misal nih, kita sering membandingkan kesedihan teman kita dengan kesedihan yang lebih besar dari itu dengan niatan agar ia paham bahwa kondisi yang ia alami bukan apa-apa.

Hei guys… ini baik, namun tidak tepat kita lakukan ketika seorang teman kita itu sedang butuh teman curhat. Bukannya merasa ‘lega’ bisa jadi teman kita malah merasa makin sedih dengan dibanding-bandingkan tersebut. Huhu #jleb. Terkadang orang-orang yang menyatakan kesedihannya hanya perlu dipahami dan berbagi. (termasuk kamu ya dhit… nulis tulisan ini :P)

  1. Tidak ada yang lebih penting dari kesehatan

Diantara tanggapan-tanggapan yang tidak tepat sasaran, saya juga memperoleh tanggapan tepat sasaran dan penuh hikmah pada kejadian siang itu. Bahwa, kesehatan tubuh kita adalah harta yang lebih berharga dari apapun. Apalagi cuma dibandingkan dengan motor beato biru itu :3 (walaupun tetep sedih).

Tetap harus banyak-banyak bersyukur karena Allah masih sayang dan menjaga tubuh saya dengan tidak ada kekurangan satu apapun. Alhamdulillah nikmatMu lagi Ya Allah…

  1. Allah, and then family first

Ingat Allah dalam keadaan apapun, lalu kabarkan ke keluarga. Saya pun mengabarkan langsung kejadian siang tadi ke keluarga terdekat saya untuk memperoleh dukungan (dukungan finansial sih utamanya XD XD ). Hal ini sangat membantu loh. Karena seperti yang selalu saya bilang, selain Allah… keluargalah yang mengenal kita lebih banyak. Jika bukan mereka… lalu siapa lagi? Suami?? Belum punya wooy hhe

  1. 1 kesalahan kecil yang kita lakukan, bisa jadi berdampak besar bagi orang lain

Saya ingat sekali cengiran 2 pengendara motor yang memotong jalan kami pada saat itu, mungkin kejadian saat saya dan beberapa kendaraan lain yang bertabrakan itu tidak dapat ia saksikan, karena ia telah berlalu dengan kendaraannya di belakang kami. Namun lihatlah dampak yang ia tinggalkan. Beberapa mobil dan motor bertabrakan sekaligus. Hal itu terjadi hanya karena dirinya yang tidak menaati lalu lintas.

Lalu sayapun bercermin kepada diri saya pribadi, seberapa sering saya menyebrangi jalan tanpa melihat kanan-kiri? Seberapa sering saya melewati marka jalan? Seberapa sering saya mengambil tempat para pengendara sepeda? Seberapa sering saya menyalip pengendara lain dengan semena-mena?? Aaah apakah itu semua juga merugikan mereka?

Maka mulai sekarang, yuk lebih taat lalu lintas dan lebih menghargai pengendara lain disekitar kita. #HappyRidding (^.^)/

 Sarah, Lost in Yogyakarta

Advertisements

6 thoughts on “Banyak hikmah dalam satu peristiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s