Reklamasi Singapura

Reklamasi adalah proses perluasan wilayah yang dilakukan secara sengaja oleh negara yang bersangkutan dengan cara melakukan pengerukan. Perluasan wilayah ini dilakukan oleh negara Singapura sesuai dengan Concept Plan mereka pada tahun 2001 yaitu bertujuan untuk memberikan daya tampung yang lebih terhadap rencana penambahan kawasan perumahan, industri, rekreasi, infrastruktur dll. Concept Plan ini juga didesain untuk memproyeksi dan memperluas wilayah Singapura dalam jangka 50 tahun kedepan. Saat ini Singapura mengalami perluasan hingga 710 km2 atau maju sejauh 12 km ke arah perbatasan Indonesia yaitu Kepulauan Riau (Pulau Nipah).

Pengerukan guna memperoleh tambahan pasir dilakukan Singapura dengan mengimpor dari Negara Indonesia, pengerukan dilakukan sejak tahun 1965, meskipun sejak tahun 2002 pemerintah sudah memberhentikan/mengharamkan pengerukan pasir namun masih ada saja beberapa pihak yang masih mengambil kesempatan ini untuk mendapat keuntungan dari penambangan pasir. Sebelumnya, Malaysia juga merupakan negara yang mengekspor pasir pantainya untuk kepentingan reklamasi Singapura, namun tidak berapa lama malaysia mulai memperhitungkan aspek lingkungan akibat adanya penambangan pasir tersebut, termasuk adanya resiko gelombang pasang yang besar yang akan mengancam kehidupan pesisir Malaysia.

Proyek reklamasi Negara Singapura juga merupakan upaya mereka untuk melindungi daratannya dari ancaman semakin tingginya permukaan air laut. Secara etika, Singapura sudah mempertimbangkan segala aktifitas perluasan wilayah demi keberlangsungan lingkungan dan kehidupan negara mereka, namun bagaimana etika lingkungan yang digunakan Singapura jika dilihat dampaknya bagi Negara perbatasan yaitu Indonesia?.

Dampak lingkungan akibat adanya ekspor pasir pantai dari Indonesia ke Singapura ialah pengurangan wilayah daratan di Indonesia, terutama di beberapa pulau kecil di Kepulauan Riau seperti Pulau Nipah.

Pulau Nipah merupakan pulau terluar dari Indonesia yaitu Kepulauan Riau. Pada tahun 2003 lalu perairan di sekitar Pulau Nipah mengalami kenaikan yang begitu besar hingga daratan hanya terrsisa beberapa meter saja dari permukaan laut. Isu hilangnya pulau ini semakin diperkuat dengan adanya penambangan pasir secara liar dan ditambah lagi dengan sumber daya pasir Pulau Nipah yang memiliki sumber mineral yang cukup banyak hingga banyak kapal penyedot pasir yang mengekstrasi pasir di atas kapal, lalu kemudian membuang lumpur serta sisa lempungnya di perairan sekitar. Hal ini juga yang menjadi salah satu akibat mengapa perairan sekitar Pulau Nipah menjadi keruh.

(bersambung)

———————————————————————————————————————————————————–

Sebuah catatan, menilik kembali sejarah isu hilangnya Pulau Nipah dan isu terancamnya kedaulatan RI pada Awal Tahun 2015. Tulisan ini juga dimuat di melimove.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s