Butuh diam untuk menyelesaikan

tumblr_inline_nhnc2l7faz1rfah62

Untuk saat ini, saya tidak sedang bermaksud merubah keadaan menjadi lebih baik. kenapa (?)  mungkin banyak yang bertanya mengapa saya tidak mendawasakan hati saja dengan memperbaiki keadaan dan berdamai dengan perasaan. hmm sulit genks, saya rasa pun masalah ini tidak memerlukan penyelesaian. sy hanya buth diam dan memperhatikan apa yang berubah.. ya semacam ‘percobaan’ atas keputusan-keputusan yang diambil.

Diam bukan berarti tidak bertindak yah. Bahkan ‘diam’ sendiri pun merupakan salah satu tindakan yang saya pilih untuk melihat bagaimana masalah ini akan selesai. saya membiarkan orang-orang disekeliling saya untuk menyelesaikan keadaan ‘kami’ sendiri.

Masalahnya apa sih (?) hhaha… hanya sedikit masalah kehidupan yang terjadi pada sebuah keluarga sih. bukan drama-drama yang cukup lebai berkeliaran di layar-layar tivi belakangan ini. but drama di rumah ini pun cukup menyita banyak perhatian saya… aah padahal balik jogja untuk menyelesaikan tugas dari suami (ya sekarang tugas ini menjadi amanat dari suami).

SO, akhir cerita… saya hanya sedang mendewasakan diri saya pribadi dengan berdiam. pun semoga orang-orang disekeliling saya juga bisa mendewasa bersama. menekan ego-ego kekanak-kanakan yang terkadang masih saja menyelinap masuk kedalam logika kehidupan kita #tsaah.. bahasanya berat. intinya genks, keluarga adalah orang yang paling dekat dengan kita, mengerti diri kita, sayang dengan kita dan orang-orang yang  pertama kali akan menolong kita. Jauh-jauh deh buang rasa nggak enakan (tapi kalau menjaga perasaan ya boleh), buang kebiasaan ‘baper’ yang berlebihan (baper boleh tapi tetap utamakan logika), biasakan ngobrol Face to Face / jangan pernah mengandalkan media untuk upaya ‘keakraban’ because it’s too much dan seriously : tidak akan berhasil, be humble person (jangan hanya sama tementemen kampus/temen-temen kerja/ orang lain diluar aja kita ramah, tapi dengan keluarga pun kudu ramah).

And the last but not least, posisikan diri kita seperti apa adanya posisi kita. nah loh maksudnya (?) ya kalau kita adalah seorang kakak di rumah, posisikan lah diri kita sebagai seorang kakak : ngemong, mengkoordinir, kapten untuk adik-adiknya dan bisa jadi panutan yang baik. Jika kamu seorang adik di rumah, maka posisikan juga dirimu dalam peran itu : sayangi dan hormati yang lebih tua, menghargai serta membantu apa-apa yang menjadi kebutuhan orang yang lebih tua dari kita. Bahkan jika peran-peran lain jg sebenarnya melekat pada diri kita. Misal, selain menjadi seorang adik kita juga menjadi seorang istri maka maksimalkan lah peran itu. Jangan sampai terbalik-balik. Berbagi peran itu gak mudah, namun cobalah untuk dewasa dan bawa logika !

Sekian ya cuap-cuap gak penting saya, sekaligus menutup hari-hari terakhir kunjungan saya di jogja. Semoga ini bisa menjadi bahan refleksi bagi diri saya pribadi (karena seringnya saya harus menulis untuk menasehati diri sendiri) dan please yang baca cuap-cuap ni jangan baper. tulisan ini sungguh hanya cara saya untuk mengurai segala sesuatu yang sudah tidak sanggup saya guling-gulingkan di kepala saya #haha. Keep Smile and Shining Dear

Tuhkan.. tulisan ‘curhat’ pasti lebih banyak keluarnya deh :3
❤ sarah, kamar biru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s