Kesendirian

Tidak banyak teman dekat yang tau mengapa sy menyukai hujan. Diantara mereka hanya mengerti bahwa sy akan bergembira dan tersenyum sangat lebar ketika melihat hujan turun.

kenapa sy suka hujan?

Karena hujan datangnya barengan.

Sy membenci ‘kesendirian’, sy takut berjalan ‘sendirian’, sy takut diculik (ok ini lebay). Postingan yang lalu pernah sy ceritakan mengenai ketakutan sy bila sedang sendirian. Terlalu banyak fikiran menyeramkan yang menggelayut atau pelumpuhan keberanian ketika sy sendirian dan tidak ada yang menemani. Sehingga jika hujan turun, sy tidak akan merasa sendirian… hujan datangnya barengan.

Semakin dewasa, tua dan melalui perjalanan hidup, sy justru memperoleh banyak cobaan dan kekuatan dalam hal ‘kesendirian’ ini. memiliki kamar sendiri, hidup dengan orang-orang asing sendiri, merantau sendiri, dan kenyataan bahwa Allah menempa sy untuk bisa mandiri hidup sendiri mulai sy pahami saat masa kerja praktek diperkuliahan dimulai. Dari 7 mahasiswa yang terpilih kerja praktek di Badan Perencanaan Nasional (Jakarta) hanya sy wanita satu-satunya.. (ah ini sih cerita biasa yah, tpi sangat sy rasakan luar biasanya. krna dulunya sy hanyalah seorang gadis dari pulau terpencil yang dikelilingi oleh laut)

well… sy benci ‘sendiri’, tapi Allah ingin agar sy bisa survive sendiri

Masuk ke rencana untuk menikah, salah satu alasan sy saat itu ialah agar tidak ‘sendirian’. Continue reading