Lelaki yang menangis

Hari ke-2 pernikahan kami.

Hari ini adalah waktu yang sudah kita rencanakan untuk segera pulang kerumah, setelah 2 hari merasakan kenyangnya tinggal di hotel hahaha :v . gimana gak kenyang… sarapan pagi makanin semua makanan yang disediakan di breakfast room. Pagi ini berbeda dengan pagi kemarin. Sejak malam, kita sudah mulai membereskan koper dengan barang-barang terserak yang dibawa sebisanya selepas acara pernikahan kita (semacam diusir ke hotel langsung pada jam setelah resepsi selesai). Bisa dibayangkan betapa Awkwardnya moment2 ketika kami ditinggalkan berdua di hotel tersebut oleh keluarga hanya dalam waktu beberapa jam dari akad. NICE!

Sambil menunggu jam sarapan, sy seperti perempuan pada umumnya masih sibuk dengan barang-barang printilan yang takut tertinggal. mengecek kamar mandi, lemari pakaian hingga laci-laci yang ada di kamar. menghitung detik demi detik yang tersisa untuk kembali di rumah.

Hingga tanpa sengaja ke-baperan sy dimulai. ada banyak hal yang masih saya fikirkan sendirian pada saat itu. Keluarga besar yang masih ada di rumah, Orang tua yang juga masih ada di jogja, bertepatan pula dengan memikirkan hari ke – 3 pernikahan kami, yaitu pulang ke kampung halaman suami.  Kuningan JawaBarat. beserta keribetan lainnya yang sebenarnya mungkin hanya saya buat-buat.

Pecahlah tangisan sendu dalam kediaman. Namun suami mengetahuinya. Ketahuilah kasih bahwa :

Perempuan hanya dapat menangis di hadapan orang yang mampu membuatnya nyaman

Mungkin, suami sudah cukup membuat saya nyaman untuk kemudian meluapkan tangis untuk kelegaan. Tapi Tidak disangka hal tersebut justru membuat suami bersedih. Dia menjadi lelaki yang menangis… satu-satunya lelaki yang sy lihat menangis sesedih itu. Betapa harunya, mengetahui bahwa ternyata akan datang suatu masa dimana seseorang akan menangis ketika melihatmu menangis, akan bersedih ketika melihatmu bersedih dan sebaliknya akan turut bahagia tertawa ketika melihatmu bahagia.

home

Ternyata ada seseorang yang akan membuatmu merasa spesial seperti itu.

Hari ke-2 pernikahan kami,

Hanya butuh 2 hari untuk tertawa bersama hingga kami lelah tertawa dan hanya butuh 2 hari untuk menangis bersama hingga kami lega menumpahkannya. Pada hari itu juga kami berjanji untuk tidak bersedih karena pasti pasangan juga akan turut bersedih.  Kami memilih untuk bahagia karena kami harus menjaga perasaan satu sama lain.

tetiba lagunya gita gutawa terngiang-ngiang

Hari… ku indah… dua hati menjadi satu~ syalala lalalaa

😀 Allhamdulillah Ya Rabb…  Semoga Engkau meridhoi perjalanan panjang kami.

SELAMAT! bagi teman-teman yang sedang memperjuangkan separuh agamanya ^_^ Wish u All the BEST

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s