Stop menjugje suami dengan fikiran pribadi

tumblr_mearevqos91rvb25io1_500

Assalamualaikum teman-teman yang masih setia membaca blog curhatan ala-ala ini. 😀 semoga ada manfaat yang bisa diambil meskipun sedikit yah.

Kali ini saya akan sedikit saja bercerita mengenai pengalaman saya di sekolah pernikahan kami. sekolah pernikahan yang masih kami jalani secara LDM hhe.

Teman-teman pasti telah banyak mengetahui bahwa otak yang dimiliki pria berbeda dengan otak yang dimiliki wanita. Saya juga pernah membaca bukunya Jhon Gray ( Men are from mars, Woman are from venus) ini satu-satunya buku tentang psikologi suami istri yang sudah saya baca #plak. Buku tersebut banyak menjelaskan tentang bagaimana hatusnya kita mengerti pasangan kita, bagaimana beraktivitas dengan mereka yang memiliki perbedaan planet dan bagaimana menyelesaikan masalah diantara kita dari berbagai sudut pandang. Salah satunya adalah tentang perbedaan cara berfikir.

laki-laki pada umumnya memiliki fikiran yang lurus, fokus dan tidak dapat diganggu. Sedangkan wanita memiliki jalan fikiran yang bercabang dan melakukan banyak hal dalam satu waktu. Hal ini berpengaruh pada cara mereka menerima pesan atau peristiwa. Mengenai hal ini, terjadi pada saya minggu lalu dan saya bener-bener jadi paham kalau ternyata “kami berbeda”.

Malem jumat pekan lalu, saya asik pulang ke rumah jakal km 10 karena harus beres-beres kamar menanti pak suami datang esok hari. Alhamdulillah kasur di kamar sekarang sudah gak single lagi 😀 dan kasurnya jadi luaaaas banget hahaha. Tapi karena itu kasur baru dipindah ke kamar dan belum pernah digunakan selama saya ngekos di pogung, maka jadilah saya harus beresin letak, sprei, bersih2 dsb. Sudah bersih, saya malah gak bisa tidur karena terus2an keinget suami yang bakaan nyampe jogja besok pagi tepat jam 5. iseng-iseng supaya ngantuk jadilah saya nonton2 cantik, guling-guling dan cari kerjaan. well sampe jam 00.00 belum bisa tidur juga. trus nge-chat suami sambil sok2 romantis. Saya bilang ke suami saya nggak bisa tidur karena kepikiran doi #huahahaha dan menyatakan “jangan-jangan besok pagi malah telat bangun”. Beberapa menit kemudian eh malah saya tertidur. GOOD JOB.

Tapi paginya ternyata saya benar2 telat bangun dan suami bangunin jam 04.15 an gitu lah. dalam pikiran saya, suami jagat banget baru bangunin jam segitu, padahal saya masih harus Sholat, Mandi, Dandan, Pake jilbab dan meluncur dari jakal km 10 ke lempuyangan. Tentu saja itu akan memakan waktu yang sangaaaaaaat lama. Mandi + sholat 30 menit, dandan 15 menit, jilbab 5 menit, menuju lempuyangan 20 menit. Saya bakalan nyampe lempuyangan lewat dari jam 5. Tuhkaaaaan telat lagi jemput suami. Padahal tuh ya, saya ingin menjadikan momen menjemput itu moment yang spesial. sudah cantik, wangi dan gak bikin suami nunggu lama T_T tapi apa daya. Sambil nahan kesel dalam hati, saya bales chat suami “Dhita jemput telat” lalu langsung meluncur ke kamar mandi.

Sepanjang perjalanan saya menuju lempuyangan pun saya terus-terusan menyalahkan suami karena telat membangunkan saya. mengendarai motor dengan kecepatan penuh, saya juga masih menggerutu dalam hati. “kenapa sih suami gak peka” “tadi malem kan ngechat supaya bisa dibangunin lebih awal” “padahal doi udah tau aku tidur nya larut malam”.

ziiiiiing. tiba-tiba ada kerumunan orang di km 8. Ternyata aru saja terjadi kecelakaan dan mengakibatkan beberapa orang terkapar ditengah jalan. Ikan-ikan yang mereka bawa juga berserakan memenuhi jalan. Astaghfirullah… saya menurunkan kecepatan sambil berdoa dan tetap menggerutu “tuh kan.. emangnya aa mau dhita kecelakaan kayak gitu karena ngebut?” “kenapa sih dia nggak peka” “istrinya jadi dandan seadanya” dan gerutu2 lainnya hingga saya tiba di stasiun lempuyangan.

fiuuh… seperti biasa, suami menatap dengan senyumnya yang sangat ceria. Kami pun melajukan motor menuju Masjid Syuhada 🙂 . ini kebiasaan kami, kalau suami tiba di jogja pagi hari, doi pasti request untuk mandi di masjid syuhada. Biar wangi dan istrinya nyaman katanya #eaa. setelah suami sudah nggak jetlag lagi *emangnyapesawat?* akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya. “aa kok bangunin dhita nya telat sih?”

kalian tau apa yang ia katakan? ini : “loh, dhita kan tidurnya larut malam, aa bangunin agak siang supaya dhita bisa istirahat”

hua T_T padahal yah.. saya memberitau jam tidur saya itu supaya suami bisa ngerti bahwa ada kemungkinan saya nggak bisa bangun awal dan harus dibangunin. Tapi ternyata, dari sudut pandang suami, ia bersifat ebih gentle dengan membiarkan istrinya istirahat dan telat menjemput kedatangan.

Well. ini perbedaan yang sweet… luruh semua rasa kesal dan dumelan dalam hati. Saya merasa maluuu sekali, menjugje suami dengan fikiran pribadi. Padahal mungkin saja suami punya maksud baik dengan apa yang mereka tunjukan.

Ini note buat saya untuk merubah perbedaan menjadi kondisi yang lebih menyenangkan ❤

sekian 🙂

Advertisements

5 thoughts on “Stop menjugje suami dengan fikiran pribadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s