Rasanya Menikah

“ayo dong mbaak ceritaaa..”

“cerita apa??” sejak malam itu saya baru tersadar. Selama ini saya yang selalu bercerita tanpa diminta, ternyata bisa berubah menjadi *sedikit* lebih pendiam dari biasanya. hmm bukan pendiam juga sih… hanya jadi lebih mengatur apa yang perlu dibicarakan. XD. Hal ini bisa terjadi karena efek suami.. haha #nyalahinorang.

“ayoo cerita apapun. gimana rasanya setelah menikah? gimana rasanya menjalani LDM? atau apapun”

Haha, oke kita mulai dongengnya dari mana yah? sebagai pembuka, saya coba merenungi pernyataan yang muncul dipikiran saya ketika ingin mengungkapkan ‘apa’ dan ‘bagaimana’ pernikahan itu.

Pernikahan itu bukan Take and Give, Tapi Give and Give

anjuran-menikah-dalam-al-quran

“kok bisa? berarti kita gak perlu nerima uang gaji dari suami? atau gimana?”

Bukan gitu, maksudnya dalam pernikahan jangan mengharap ketika kita give  maka akan take sesuatu. Karena pernikahan itu hanya tentang keikhlasan memberi dan ketulusan mencintai (kalimat tambahan wkwk). Bener-bener deh pernikahan itu menguji kecintaan kita terutama pada Pemberi Cinta. Jangan menggebu-gebu untuk segera menikah, tapi tidak tau apa yang harus dihadapi kedepannya. saya pribadi suka sebel juga sih dengan oramg-orang yang suka galau karena pengen nikah lalala tapi tujuan nikahnya gak jelas, Visi Misi nya nggak ada. Dikirannya pernikahan itu cuma berisi taman bunga penuh cinta? pernikahan juga merupakan ladang perjuangan yang perlu kita tanam, rawat dan perjuangkan. Ini gak mudah, namun indah insyaAllah bagi orang-orang yang menggantungkan cintanya pada Allah.

Status ‘istri’ juga tentu berbeda dengan status kita sebelumnya. Kalau dulu kita bisa suka-suka jajan ini, belanja ini, jalan kesana-kesini, main ini-itu, perawatan syalala. Tapi setelah menikah, kita akan lebih banyak  berfikir ketika ingin mengeluarkan uang untuk sesuatu. Menurut penelitian nih yah 60% wanita yang telah menikah akan memperkecil pengeluaran mereka dari biasanya. Selain karena pemasukan yang masih muda belia, seorang istri juga dituntut untuk bisa mengelola uang dengan baik sampai husnul khotimah pada akhir bulan. Saya sadari ini sulit bagi saya yang suka gak mikir kalau ngeluarin uanng T_T. Sekarang mencapai usia pernikahan kami yang ke 7 bulan, saya selalu masih saja sulit untuk menyisakan uang utama untuk menabung. Namun sangat bersyukur memiliki suami yang ‘perhitungan’ dengan pengeluaran, sedikit demi sedikit saya belajar dari beliau :* . Uang yang paling wajib pertama kali dikeluarkan adalah untuk Zakat dan Sedekah, yang kedua uang makan dan kebutuhan sehari-hari, yang ketiga boleh untuk budget transportasi karena kondisi kami yang masih LDM. Alhamdulillah mulai 3 bulan yang lalu kami punya pos penyimpanan uang yang baru, demi cita-cita untuk datang memenuhi panggilan ke Rumah Allah. aamiin. oh ya… pos utama juga diusahakan untuk ‘nyenengin’ orang tua, walaupun orang tua sudah sangat mampu untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

Dengan pengeluaran utama yang kita sisihkan untuk beramal, hal ini menciptakan kebahagiaan tersendiri walaupun duit habis-bis-bis tiap akhir bulan XD yaudah nyengir aja kalau duitnya habis… itu tandanya awal bulan akan segera datang hahha.

Saya sempat terkesima juga dengan jawaban suami ketika saya mewek karena duit yang beliau beri ke saya kuran, habis, ludes, entek. Padahal kebutuhan masih banyak. beliau bilang:

Duitnya sudah mau habis? yaudah gakpapa… itu berarti akan ada rezeki lain yang ngisi dompet kita.

ah.. iya benar, kan rezeki datangnya dari Allah. Kita cukup berusaha dan berdoa insyaAllah pasti Allah urusin deh urusan yang tidak bisa kita selesaikan sendiri. Nikmatnya punya suami yang sederhana dan selalu bersyukur aja sudah merupakan rezeki yang berlimpah-limpah dari Allah ^_^.

Dari tulisan yang sedikit ini, jadi tetep mau nikah? … tetep yah 🙂 tantangan kedepan pasti banyak, namun mendahulukan Sunah Rasul untuk penjagaan diri tentu lebih utama.
Keep smile, Keep Shining !

Advertisements

One thought on “Rasanya Menikah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s