Komunikasi Produktif

Review Materi #1 Kelas Bunda Sayang Group Jawa Barat

Tulisan pertama setelah berjuta-juta tahun 😀 #lebay. Saat ini saya sedang mengikuti sebuah kelas online di Institute Ibu Profesional. Setelah melalui 9 Bulan Matrikulasi dan dapat lulus serta di wisuda, akhirnya saya memiliki kesempatan untuk mengikuti kelas selanjutnya Kelas Bunda Sayang  untuk 12 bulan kedepan. Review Materi serta tantangan (Games) yang diberikan pada kelas ini, InsyaAllah akan saya tulis di Blog kesayangan. Yeaaay. Doakan agar konsisten dan terus bersemangat ya.

Senin 31 Oktober merupakan hari pertama materi Kelas Bunda Sayang akan diberikan oleh fasilitator kami Teh Maesaroh :D. Merasa tidak asing? Ya karena nama beliau hampir mirip dengan nama saya (Maisyarah) hha dan umur kami pun sama (25 Tahun) Alhamdulillah yaa… diusia beliau yang masih muda begitu, sudah mampu membimbing sebuah kelas yang isinya adalah Bunda-Bunda yang ingin sekali belajar menjadi Ibu Profesional. Semoga semangat dan ketangguhan beliau juga menular pada saya. Aamiin.

Kelas hari itu berasa penuh sekali, penuh dengan antusias dan semangat menggebu para peserta. Beberapa hari sebelumnya, kami telah di kumpulkan dalam sebuah group untuk persiapan kelas. Kesan pertama, sungguh saya berada pada sebuah group yang isinya bunda-bunda tangguh. Penuh dengan pengalaman dan ilmu yang mumpuni. Istilahnya mah setiap kata yang keluar dari ketikan chat mereka merupakan Daging berprotein tinggi. Kenyang rasanya membaca satu persatu curhatan maupun pembahasan yang dilontarkan dari masing-masing peserta (padahal kita belum mulai materi sama sekali) Ya Rabb… Terima kasih telah mengikutsertakan saya untuk bisa 1 forum dengan bunda-bunda hebat ini. Harapannya, semangat 12 bulan kedepan tidak akan pudar dan makin berisi. Bismillah… saya bersiap untuk mengosongkan gelas agar dapat menerima ilmu-ilmu baru yang bermanfaat.

Komunikasi Produktif merupakan materi awal yang bertujuan agar peserta dapat memperbaiki cara berkomunikasi. Baik berkomunikasi pada dirinya sendiri, antar orang dewasa/pasangan dan kepada anak. Kenyataan bahwa kebanyakan perselisihan terjadi akibat salah dalam berkomunikasi. Sehingga dibutuhkan pengetahuan mengenai bagaimana agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik oleh lawan bicara kita. Pertama, materi mengulas tentang  ”komunikasi dengan diri sendiri”. Ternyata kata-kata yang kita keluarkan membawa energi positif bagi dpikiran kita. Pun sebaliknya, pikiran yang baik akan dicerminkan melalui perkataaan yang baik pula

Kata Masalah, gantilah dengan Tantangan

Kata susah, gantilah dengan Menarik

Kata Aku tidak tau, gantilah Ayo kita cari tau”

Kedua, komunikasi antar orang dewasa/Pasangan kita. (bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s