tantangan #3 menghargai pendapat pasangan

Minggu 5 November 2017.

Alhamdulillah, malam ini masih diberikan kesempatan untuk dapat menuliskan kisah tantangan komunikasi produktif yang terjadi hari ini. Belum begitu terbiasa rasanya untuk menerapkan komunikasi sesuai kaidah2 yang telah diajarkan. Namun begitu semoga tulisan kali ini dapat merefleksikan 1 hikmah dari penerapan komunikasi produktif. Yakni memgenai menghrgai pendapat pasangan. 

Seperti minggu2 sebelumnya, hari minggu menjadi hari belanja bagi kami berdua. Bukan belanja sayur, tapi belanja makanan dan cemilan persediaan 1minggu untuk bumil yang sering kelaperan hehe. spesialnya, hari ini juga jadi bulan kedua bagi kami untuk mulai menyicil perlengkapan2 bayi dll. Awalnya, memang sy pribadi hanya menganggarkan uang untuk membeli playmate yang berguna bagi kami untuk selonjoran di lantai, swkaligus persiapan untuk calon baby agad bisa bermain di bawah juga. mengapa playmate? karena menurut sy lebih simple dibersihkan atau dirapihkan juga dapat jadi alat belajar anak. playmate yang kami pilih adalah playmate berisi tulisan atau gambar.

Setelah pencarian playmate selesai, ternyata suami masih mendesak untuk beli perlengkapan lainnya. akhirnya kami berkeliling sambil berfikir untuk membeli apa ya… kebetulan list untuk perlengkapan lahiran tidak dibawa, jadi hanya lihat2 barang yang sekiranya tidak akan mubadzir jika dibeli sekarang (tetep menerapkan prinsip ortu jaman dulu, yang tidak belanja perkap bayi sblm 7 bulan. bukan karena mitos yaaa tp kalau saya pribadi lebih agar membelinya setelah sudah mantep pengetahuan tentang barangnya dan supaya TM3 kita lebih banyak jalan2 belanjaaa agar tetep happy hha). Memilih termos… suami bilang kemungkinan mamah sudab punya, jadi ntar aja kalau butuh. Taraaa pilihan jatuh pada bak mandi bayi. Diskusi berat terjadi disini #ceileh. Awalnya masih ad perasaan takut “salah pilih” ketika membeli bak Mandi bayi sehingga saya menolak untuk membelinya saat ini. Tapi meLihat mata suami yang berbinar2 ketika memilih bak mandi bayi itu, membuat saya mengurungkan niat untuk berdebat. Ok. no problemo… kita pilih bahan yang terbaik. untuk masalah salah pembelian kedepannya insyaAllah akan kita hadapi bersama gyahaha.

Ternyata… kesalahan membeli bak mandi baru suami sadari tepat sesaat membayar di kasir. jengjeeeet. Membawa banyak barang belanjan + bak mandi bayi, padahal kami hanya membawa motor pada saat itu. hahaha rasanya piye yo lihat wajahnya, tp saya mencoba santai untuk menghadapi nya. Toh kita sama2 telah sepakat untuk beli sekarang, jangan ada psnyesalan. insyaAllah saya bisa menentengnya di belakang πŸ˜€. Alhamdulillah… everything gone be OK. kami menyatukan Frame of experience masing2 untuk memberoleh FOE bersama.

Semoga dengan begini, benih2 cinta kita terus tumbuh suburb yaa #eaa eaa… sekian tantangan kecil hari ini.

2 thoughts on “tantangan #3 menghargai pendapat pasangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s