Jadi istri itu…

Hei gadis, jadi istri itu berat. Yakin kamu gk akan kuat tanpa ilmu yg melekat

Menggunakan sajak kekinian dari si dilan, sy hanya ingin menyampaikan curahan hati #asek setelah merasakan nikmat dan beratnya menjadi seorang istri (pun menjadi suami pasti lebih berat lagi). Tetaplah yakin bahwa tidak ada ganjaran yang lebih baik ketika Allah menaikkan porsi ujian. Naik kelas, berarti ujiannya bertambah sulit lagi.

Menikah, membuat seseorang yang sendiri memiliki pendamping dan teman hidup. Seseorang yang dulunya hanya memikirkan dirinya, saat ini harus naik tingkat memikirkan suami sepaket dengan keluarganya. Nikmat? Itu pasti, karena kini beban dapat dibagi2 bersama, tawa mengembang lebih lama dan ada hati yang terus berbunga-bunga 😍 ihiiir.

Namun, tahukah kamu gadis bahwa kita memiliki peran yg cukup besar dalam rumah tangga ini? Katakanlah kamu harus membahagiakan seorang suami. Laki2 asing yg punya watak sendiri. Kamu harus berusaha memahami, menyelami serta mendukung pilihannya dengan bijaksana. Tidak banyak menuntut, serta patuh pada arahannya. Itu berat… Lumayan berat jika kita tidak memiliki bekal ilmu sebelumnya.

Maka, banyak2lah mencari tau dari pengalaman orang lain. Dari buku2 bacaan, dari nasehat2 orang tua. Semoga kapal yg di tempat bersama dapat selamat menuju pelabuhan akhirat ^^.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s