Gulana-Gundah

Merinding dan tergugu, yakin ini bukan aku

Kalaulah hari itu hujan  datang dan petir menyambar-nyambar, tidak akan jelas pandanganku : ini Nikmat atau Musibah (?)

harusnya bening yang jatuh

namun kenapa hanya pilu (?) Tergugu sambil termangu dan terus terpaku

 

Sakit sekali rasanya…

Sakit, hingga seakan bumi tak terpijak

Hilang rasaku, hilang logikaku

 

Namun aku pernah bertanya perihal batu yang berlubang dengan air tak laju

satu-satu,

Begini rasanya dilembutkan.

ya… dilembutkan, agar berlubang batunya

 

atau, begini rasanya penyakit yang dicabut seakar-akarnya

Ngilu

Namun setelahnya kau baru tau

Rasa sakitlah yang mulai menyambut kesembuhanmu.


Smile, like you’ve never been Hurt
Welcoming Desember
Let’s Allah make the rest

 

Berjuang keras

“Jika mereka hanya berjalan, maka aku akan berlari secepat mungkin.
Jika mereka mengeluh ketika lelah, maka aku akan semangat ketika letih.
Jika mereka menangis ketika letih, maka aku akan tetap tersenyum ketika perih.
Jika mereka menyerah ketika gagal, maka aku akan tetap mencoba sampai berhasil.
Jika mereka berlaku curang untuk menang, maka aku harus jujur untuk menjadi juara.
Jika mereka menunduk ketika kalah, maka aku akan bersujud ketika menang.
Jika mereka berusaha sampai setahun, maka aku akan berusaha selama aku hidup.
Maka pastikan aku adalah bagian dari mereka yang berjuang keras lebih dari yang lain.”
– Anonim –

81fe84c1599efef1f71ca2dc9a6a6f13

Oktober-Thankful

tumblr_o2i8q9evx21tbw10ao1_500

Hujan bulan Oktober membuat hidup menjadi lebih hidup. Tidak lempeng seperti musim panas pada umumnya, yang hanya akan menghadirkan matahari sebagai satu-satunya tuan rumah bagi bumi. Hujan bulan Oktober juga dapat menjadi lagu sendu pendamping rindu. Nyanyiannya merdu melebihi musik klasik manapun yang pernah kita tau. Yah… hujan bulan Oktober sukses membuatku menjadi lebih bahagia, lebih sedih sekaligus juga berwarna 🙂 Terima Kasih Allah.

Terima Kasih Allah, karena memberi kesempatan bagiku untuk melanjutkan kuliah di Kota yang terbuat dari cinta : Yogyakarta

Terima Kasih Allah, karena memasukkan namaku dalam salah satu list mahasiswa Teknik di Universitas Gadjah Mada. Universitas yang selalu mampu membuat orang-orang terpana.

Terima Kasih Allah, mempertemukan aku dengannya belahan jiwa, pada 1 kesempatan yang kami ambil bersama.

Terima Kasih Allah karena telah memilihkan rencana-rencana yang paling baik dari yang terbaik untuk aku jalani selama ini. ada yang ipercepat, ada yang ditunda juga ada yang tertolak. namun tidak ada ‘kebetulan’ dari setiap kejadian dan keputusan. Dibalik itu, Allah menyimpan sejuta kejutan dan juga kenangan agar aku menjadi orang yang lebih bijak dalam tiap perjalanan.

Terima Kasih Allah… masih memaafkan tubuh renta penuh dosa. mash menerima hati yang rapuh yang terkadang kosong dari nama-MU, masih memandang wajah yang sering mencoba berbohong ketika menghadap-MU.

Terima Kasih Allah, begitu banyak nikmat yang terkadang lupa untuk hamba syukuri. menuliskan ini hanya seperti menemukan kembali arti untuk apa aku disini.

Surprise

allah-crown-hijab-islam-favim-com-1299232 “Berapa kali ku bilang, hidup selalu penuh kejutan kan? kadang kejutan yang menyejukan hati.. kadang pula kejutan yang membuat hati resah” katamu.

“ah iya, ternyata hidup kita seperti itu ya…” ucapku sambil masih memandang langit-langit kamar biru.

“maka dari itu, jangan pernah lengah… selagi kita masih dianugrahi bangun di pagi hari, maka berarti kita punya baaaaanyak kesempatan untuk menerima kejutan-kejutan takdir dalam hidup kita. kuatkan hatimu, bersihkan jiwamu. kita lihat kedepan, petualangan apa yang akan kita hadapi hari ini 🙂 ” tersentak dengan kalimat indah itu. kemudian mengarahkan wajah melihatmu yang sedang tersenyum… di cermin kamarku

dhita, yang sedang berdiaog dgn dirinya
yaaah, sekali-sekali bikiin versi dialog pikiran lah. Toh lebih banyak dialog dengan diri sendiri dibanding dengan yang lain 😀

*omong* kosong

I feel so empty…

merasa penuh penolakan, kurang dipercaya dan kurang penerimaan dari org lain..

seharian uring-uringan, mencari dimana letak salahnya dan apa yang perlu diperbaiki agar tdk merasa begitu lagi.

malemnya pengen nelfon yg bisa diajak ngobrol, baru aja “Assalamualaikum” udah di “tolak” :3

a : Halo, Assalamualaikum
b : waalaikumussalam, udah nanti pulsa kamu habis
a : *speechless* ok *matiin telfon*

bbm si abang, niatnya curhat tapi,  “gk dipercaya” juga :3

a : … iya diganti, pekan ini baru mau ketemu. dosa apa akuuu 😦
b : dosa sih nggak,, cuma pikiran lo bercabang..
a : *terserah lo deh bang* …  *males bales lagi*

sebelum tidur, agar mengurangi sakit kepala dan fikiran yg enggak-enggak untuk terus mengasihani diri, akhirnya saya putuskan iseng mengikuti nyanyian yang lewat di iklan televisi tadi.

a : indoneesiiaaaa tanah aiir beeeetaaaaa~~ puuusakaaaaa abadi nan jaya…. *pake suara tinggi*
b : *ngelirik
a : …. indonesia sejak dulu kaaaaalaaaaaa… *pake suara om-om*
b : *mulai beresin barang2 dri depan tv untuk naik ke kamar*
a : … tetap diiiii puja-pujaaa bangsaaaaaa *pake suara kucing kejepit*
b : SUDAH DHIT, CUKUP

dan akhirnya, suara sy gak diterima di rumah. :v :v :v *guling-guling, masuk kamar. Yaa jelas sih gak diterima… saya nyanyinya malem-malem dan diulang2 beberapa bait menggunakan suara yang berbeda2 siih 😀 meskipun begitu, saya tetap mengulangnya berkali-kali hahahhaha *jahat* seru juga bisa mengekspresikan diri.

maaf untuk para pembaca, tulisan ini juga termasuk salah satu bentuk ekspresi diri krna fikiran yg sedang berdebu #eaa. maaf nggih… semoga ini bukan kemerdekaan yg kebablasan 😀 *peace* *di Unfollow*

sedih sih boleeeh, yang penting HAPPY :p *loh*

Sarah,
Sehabis menyanyi sumbang

Harapan

Ternyata harapan benar-benar dapat membuat kita bahagia, mengembalikan jiwa yang gersang menjadi berbunga-bunga, membawa semangat yang luar biasa.

Harapan untuk selalu menjadi hamba yang sholih-sholihah, meskipun berkali-kali jatuh pada kubangan dosa. Namun harapan itu selalu ada.

Allah masih kasih kesempatan, Allah masih kasih banyak harapan.

Berharap sama Allah, tidak akan kecewa 🙂