Aliran Rasa Game Level 1 Kelas Bunda Sayang β€œKomunikasi Produktif”

Alhamdulillah, tantangan 10 hari telah terlewati. Sejatinya… bukan hanya 10 hari waktu yang diperlukan untuk mempraktekan komunikasi produktif dalam penyelesaian tantangan-tantangan berkomunikasi dengan pasangan ataupun anak. Namun penggunaan kaedah komunikasi produktif ini sangat diperlukan dalam aktivitas sehari-hari hingga kapanpun.

Saya pribadi merasakan cukup banyak perubahan dalam hubungan bersama pasangan, hanya dengan memperbaiki komunikasi. Tentu komunikasi menjadi salah satu hal terpenting dalam kehidupan berumah tangga. Bagaimana kita dapat menyampaikan maksud hati, memdiskusikan permasalahan atau mengatakan perasaan. Semuanya akan berdampak pada keharmonisan pasangan. Beberapa bulan belakangan memang kami sedang hangat-hangatnya berdiskusi mengenai calon baby yang sedang saya kandung. Sehingga mempraktekan komunikasi produktif dalam situasi saya saat ini sangat menguntungkan sekali. Sedikit demi sedikit saya mencoba untuk lebih mengerti dan menerima cara berkomunikasi pasangan saya, juga memperbaiki bagaimana cara saya berkomunikasi.

Apa yang tersampaikan dengan baik, membuat hati saya lebih lega. Seakan-akan bongkahan batu yang saya pegang, seluruhnya dapat diterima oleh suami dan membuat beban saya menjadi ringan #ceileh #apasidhit. Sempat satu atau dua kali saya masih mengalami kebuntuan untuk berkomunikasi dengan suami. Namun saat itu pula saya berfikir dalam dan memperhatikan bagaimana mencari jalan keluarnya. Seakan takpernah habis untuk mencari solusi berkomunikasi. Intinya… saya menjadi lebih semangat untuk berkomunikasi dan tidak memendam apapun sendirian.

Namanya juga wanita yah… ingin lah curhat-curhatnya diperhatikan. Wkwk

Next insyaAllah akan saya lengkapi review tentang materi Komunikasi produktif ini yah guys. Semoga ada waktu dan kuota hhaha (Balada emak-emak minim kuota)

Yuk doa sama-sama agar keluarga kita selalu dinaungi keberkahan, cinta dan kasih sayang. Bagi yang belum menemukan jodohnya, saya doakan segera menemukan si β€œDia” yang akan menemanimu berjalan menuju syurga. Aamiin

qeu5_2aykee

Tantangan #10 Pertanyaan sepele

Bismillah.. menyambung tantangan yang kemarin terkait “memilih waktu yang tepat untuk berkomunikasi”, pada pasangan LDM seperti kami menanyakan kabar sebelum mulai berbincang kini trlah menjadi kebiasaan spontan 😊.

hari ini saya bertanya banyak hal

lagi apa?

pekan ini pulang jam berapa?

tugas ke bali tanggal berapa?

dan pertanyaan lain yang sebisa mungkin dapat menggambarkan keadaan untuk mulai berbincang hal lebih dalam lainnya. begitupula dengan suami, ia bertanya :

lagi ngapain?

bagaimana jualan hari ini?

dll. 😁

menanyakan kabar bagi kami adalah kebiasaan yang dibentuk dengan perjuangan #ceileh. awalnya mungkin risih karena ditanya ini-itu, seperti wartawan saja. tapi lama kelamaan kami menyadari bahwa bertanya mengenai hal-hal sepele dapat membuka jalan menuju komunikasi produktif.

Alhamdulillah ^^ hari ini berjalan cukup menyenangkan. permintaan sy agar suami pulang cepat besok insyaAllah akan diusahakan oleh suami. yeay!

Tantangan #9 Komunikasi pada waktu yang tepat

Assalamualaikum… hari ini Alhamdulillah gk mutung dan males nulis seperti 3 hr yg lalu πŸ˜‚. jadi kita sambung yaaaa.

Tantangan yg sy hadapi hari ini adalah bagaimana agar dpt berkomunikasi pada waktu yg tepat. karena, salah satu kaidah yg perlu dipenuhi dalam komunikasi produktif ialah  memilih waktu terbaik ketika akan berkomunikasi. Dalam artian, kita mampu melihat Sikon pasangan lawan bicara. apakah moodnya sedang baik atau tidak, kelelahan atau tidak, sedang sibuk, tidak fokus dsb.

sehabis maghrib sy mencoba berkomunikasi via whatsapp untuk menyepakati agenda akhir pekan. awalnya agak ragu me mulai pembicaraan krna suami baru sj tiba di kosnya setelah Dina’s ke bandung. Tapi bismillah sy berniat utk membicarakan 1 hal sj… yaitu jadwal ujian tahsin hhe. agak kaku memang… dan diakhir2 ketika kita sedang membahas rambutnya yg baru sj dipotong, sy merasa chat lebih sy dominasi, krna suami mulai berbicara irit. seperti nya ini sudah tanda2… dia kelelahan dan butuh istirahat. 

memang sudah Seharusnya sy faham dan mengakhiri. begitulah forum kami pada hari ini 😊. jika pada pasangan non LDM, Sikon saat ingin memulai komunikasi dpt disimpulkan melalui raut wajah pasangan atau aktivitas yg sedang ia lakukan. maka berbeda halnya dengan sy, yang harus lebih jeli memperhatikan Sikon Tanpa melihat wajah pasangan. Alhamdulillah saya syukuri bahwa saya mempelajari Banyak hal Dari pengalaman berkomunikasi produktif via jarak jauh ini.
keep healthy semuaaa

Tantangan #8 Mendewasa bersama

Sabtu 11 November 2017

Alhamdulillah… I’m home. akhirnya tepat pukul 22.30 sy bisa melanjutkan misi menulis pengalaman dan tantangan dalam menerapkan komunikasi produktif. Tak terasa sudah memasuki hari ke 8 tantangan level 1 ini. Meskipun kaidah2 dalam komunikasi produktif hanya mampu saya terapkan sedikit demi sedikit, namun luar biasa kenyamanan komunikasi yang kini saya rasakan. Namanya juga perempuan yaa seneng banget berbicara atau berkomunikasi dan alangkah bahagianya ketika apa yang kita komunikasikan tersampaikan/diterima dengan baik oleh pasangan. :”) thanks to kelas bunda sayang. Padahal baru mencicipi hidangan level 1 nya, tapi sy sudah merasa sangat terbantu sekali.

Hari ini, saya dan suami jadi lebih terbiasa dengan cara berkomunikasi yang baru. Tidak banyak yang berubah, namun mendewasa bersama insyaAllah akan trus kami upayakan. komunikasi semisal :

S : Bagaimana jika kita minta tolong sepupu untuk mengantarkan pulang ke stasiun hari ini?

D : oh, ookee bentar ya dhita tanya dulu

D : belum dibales, sepertinya gk bisa. gimana aa? Naik Grab aja dari pagi (karena kita paginya harus kondangan) dan nunggu di sekitar stasiun hingga jadwal keberangkatan sore? kalau harus bawa motor pagi dan bolak balik nganter motor kyknya sulit

S : Dhita capek ya bolak balik?

D : iya… πŸ˜…

S : yaudah, dhita tetep di stasiun aja, nnti aa balikin motor ke rumah sendiri baru pesen grab.

D : iya ..terserah

….

S : ahaa, gmn kalau motornya tetep ditinggal di daerah deket stasiun dan nanti minta tlg a fajar yg ambil aja

D : ooh cb telfon a fajar

Akhirnya kami mengambil solusi terakhir 😊. komunikasi untuk saling menghargai pendapat dan ide2 baru. Apalagi dalam sebuah perjalanan dimana kita dituntut untuk cepat mengambil keputusan.

Lalu bonusnya, hari ini saya bisa makan makanan yang sulit sekali saya temukan di kuningan. Lontong sayur sumatera hhaha. kangen rasanya.

Next semoga ada banyak tantangan baru yang bisa kami selesaikan bersama 😊. selamat istirahat

Tantangan #7 Menghargai keputusan

jumat, 10 November 2017

Yeaaaay we’r in jogjaaaaa. wuhuuu. karena acara utama (kondangan) nya jatuh pada hari sabtu pagi, maka hari ini kami masih bisa menghabiskan waktu untuk silaturahim, jalan2 dan makan2.

Bahagia rasanya setelah kunjungan terakhir kami di jogja pada bulan februari. kali ini terasa banyak yang berbeda. salah satunya ialah adanya tempat2 wisata baru. kali ini saya memilih percaya pada keputusan suami untuk berangkat menikmati wisata baru di cangkringan “The Lost World” menurut ceritanya tempatnya bagus dan banyak spot fotonya. Namun ternyataaaa jeng jeng jeng jeng..  jalan yang kami lalui penuh batu2 berliku. πŸ˜‚ dalam keadaan hamil begini rasanyaaaa masyaAllah sekali.

Bisa saja sy memilih untuk marah2 dan menyalahkan keputusan suami. tapi tentu sy harus berpikir dewasa bahwa keputusan telah sYa sepakati. itu berarti sy harus menerimanya sebagai keputusan utama 😊

D : aa, dhita mau ngerjain tugas nih… tapi bahas masalah komunikasi apa ya?

S : hmmm apa ya… gk tau 

D : hr ini kita ada masalah dalam komunikasi gk?

S : nggak kok 😊

Alhamdulillah… hari ini semuanya lancaaaar. semoga besok pun ada banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran. Thank youuu 😘

Tantangan #4 Komunikasi ketika LDM

Selasa, 7 November 2017

Seperti yang pernah saya ceritakan secara terpisah sebelumnya, di kelas bunda sayang dijelaskan bahwa ada beberapa kaidah yg dapat meningkatkan efektifitas dan produktifitas komunikasi pada pasangan. Yakin :

  1. Kaidah 2C : Clear and clarify
  2. Choose the right time
  3. Kaidah 7-38-55
  4. Intensity of eye contact
  5. I’m responsible for my communication result

ketika menjalani Long distance Marriage (LDM), tentunya saya akan memperoleh tantangan untuk menerapkan kaidah point 3 dan 4. Kaidah 7-38-55 maksudnya ialah aspek verbal (kata-kata) hanya mempengaruhi komunikasi sebanyak 7%. sedang kan Intonasi memiliki 38% pengaruh Serta bahasa tubuh mempengaruhi sekitar 55%. Bagaimana mungkin pasangan LDM yang terbkasa dengan percakapan text melalui Chat bisa menerapkannya?

Kaidah keempat yaitu mengenai bertatap mata. Bahwa mata adalah jendela hati yang dapat menjelaskan hal-hal tersembunyi dibalik kata. Tapi lagi2, bagaimanakah pasangan LDM dapat melakukan nya? 

Awalnya sulit bagi saya dan pasangan untuk dapat berkomunikasi dgn baik. Sering bertengkar karena salah mengartikan pesan text yang ada. Intonasi text tidak terbaca oleh pasangan kan? Namun hari ini saya mencoba menyelesaikan tantangan ini. tantangan agar dapat memahami perasaan yang disampaikan oleh pasangan dapat kita baca melalui emotikon2 yang dipilih. jika sudah terbiasa, maka melihat emotikon itu seperti menatap wajah pasangan sendiri. hhe meskipun ada kemungkinan pasangan menutupi perasaannya dengan melampirkan emotikon yang berbeda. Sesekali untuk pembicaraan penting pun dapat direkam dan dikirim kan. Lalu untuk meredam kekhawatiran kita bisa mengatasinya dengan menelfon pasangan. suara yang terdengar melalui telefon akan lebih menenangkan prasangka. Intonasi akan terbaca 😊.

Hari ini, saya belajar sesuatu dari tantangan yang ingin saya selesai kan. Alhamdulillah… kami telah selesai merencanakan shot trip ke jogja di akhir pekan via komunikasi jarak jauh πŸ˜πŸ˜‚. Mohon DOA agar kami selalu dapat memahami satu-sama lain ya manteman. ^^ see you besok di tantangan selanjutnyaah

tantangan #3 menghargai pendapat pasangan

Minggu 5 November 2017.

Alhamdulillah, malam ini masih diberikan kesempatan untuk dapat menuliskan kisah tantangan komunikasi produktif yang terjadi hari ini. Belum begitu terbiasa rasanya untuk menerapkan komunikasi sesuai kaidah2 yang telah diajarkan. Namun begitu semoga tulisan kali ini dapat merefleksikan 1 hikmah dari penerapan komunikasi produktif. Yakni memgenai menghrgai pendapat pasangan. 

Seperti minggu2 sebelumnya, hari minggu menjadi hari belanja bagi kami berdua. Bukan belanja sayur, tapi belanja makanan dan cemilan persediaan 1minggu untuk bumil yang sering kelaperan hehe. spesialnya, hari ini juga jadi bulan kedua bagi kami untuk mulai menyicil perlengkapan2 bayi dll. Awalnya, memang sy pribadi hanya menganggarkan uang untuk membeli playmate yang berguna bagi kami untuk selonjoran di lantai, swkaligus persiapan untuk calon baby agad bisa bermain di bawah juga. mengapa playmate? karena menurut sy lebih simple dibersihkan atau dirapihkan juga dapat jadi alat belajar anak. playmate yang kami pilih adalah playmate berisi tulisan atau gambar.

Setelah pencarian playmate selesai, ternyata suami masih mendesak untuk beli perlengkapan lainnya. akhirnya kami berkeliling sambil berfikir untuk membeli apa ya… kebetulan list untuk perlengkapan lahiran tidak dibawa, jadi hanya lihat2 barang yang sekiranya tidak akan mubadzir jika dibeli sekarang (tetep menerapkan prinsip ortu jaman dulu, yang tidak belanja perkap bayi sblm 7 bulan. bukan karena mitos yaaa tp kalau saya pribadi lebih agar membelinya setelah sudah mantep pengetahuan tentang barangnya dan supaya TM3 kita lebih banyak jalan2 belanjaaa agar tetep happy hha). Memilih termos… suami bilang kemungkinan mamah sudab punya, jadi ntar aja kalau butuh. Taraaa pilihan jatuh pada bak mandi bayi. Diskusi berat terjadi disini #ceileh. Awalnya masih ad perasaan takut “salah pilih” ketika membeli bak Mandi bayi sehingga saya menolak untuk membelinya saat ini. Tapi meLihat mata suami yang berbinar2 ketika memilih bak mandi bayi itu, membuat saya mengurungkan niat untuk berdebat. Ok. no problemo… kita pilih bahan yang terbaik. untuk masalah salah pembelian kedepannya insyaAllah akan kita hadapi bersama gyahaha.

Ternyata… kesalahan membeli bak mandi baru suami sadari tepat sesaat membayar di kasir. jengjeeeet. Membawa banyak barang belanjan + bak mandi bayi, padahal kami hanya membawa motor pada saat itu. hahaha rasanya piye yo lihat wajahnya, tp saya mencoba santai untuk menghadapi nya. Toh kita sama2 telah sepakat untuk beli sekarang, jangan ada psnyesalan. insyaAllah saya bisa menentengnya di belakang πŸ˜€. Alhamdulillah… everything gone be OK. kami menyatukan Frame of experience masing2 untuk memberoleh FOE bersama.

Semoga dengan begini, benih2 cinta kita terus tumbuh suburb yaa #eaa eaa… sekian tantangan kecil hari ini.