kejujuran dan penelitian kualitatif

Kejujuran merupakan bentuk penerimaan awal yang datangnya dari hati.

ya,
kejujuran untuk melihat kenyataan 🙂  dan hikmah yang terkandung pada setiap kenyataan

Seperti saat menyelami indahnya ilmu penelitian dengan menggunakan metode kualitatif ini. kejujuran dipertaruhkan untuk benar-benar melihat apa masalah dibalik masalah yang terjadi.

sungguh, ilmuMu begitu luas ya Rabb. hamba harusnya meminta agar ilmu itu masuk kedalam hati, walaupun sedikit.

sarah, ❤

Banyak hikmah dalam satu peristiwa

Bismillahirrahmanirrahiim..

Alhamdulillah… Allah sedang membangunkan saya dengan cukup kerasnya. membangunkan hambanya yang telah tertidur cukup lama :). Pada tulisan kali ini, saya akan coba menuliskan mengenai hikmah yang begitu banyak  Allah berikan khususnya pada hari ini. Selasa 31 Maret 2015.

Penghujung bulan maret.

Hari selasa ini saya mulai dengan cukup baik, dengan sebuah kepercayaan yang perlahan tumbuh karena telah menyelesaikan beberapa tugas profesionalitas. Siang itu ba’da sholat dzuhur di rumah, saya bergegas meluncur dari rumah di Jalan Kaliurang kilometer 10,2 Yogyakarta menuju kampus yang berjarak sekitar 6 kilometer. Membawa tugas-tugas saya dan juga memasukkan laptop kedalam tas. Berharap melanjutkan yang tersisa di dalam forum yang akan saya ikuti pada pukul 13.00 siang nanti.

Good day, langit tampak bersahabat. Sayapun semakin mantap memulai siang terik itu dengan senyum yang tak kalah cerahnya. Alhamdulillah nikmatmu Ya Rabb… sekitar pukul 12.30 saya mulai mengendarai motor biru kesayangan yang diberi nama “beato” dengan tujuan Masjid kampus di selatan RS Sardjito. Namun beberapa menit sebelum keberangkatan, saya terlibat janji dengan seorang adik di kampus untuk menemuinya sebentar di Musholah teknik (Fakultas teknik).

Demi menghadiri forum pada pukul 13.00 di masjid kampus dengan tepat waktu, maka sayapun mulai menaikan kecepatan motor saya tepat beberapa ratus meter setelah meluncur dari rumah. jalanan mulai sedikit macet karena bertepatan dengan jam makan siang. 1 kilometer berlalu, namun perjalanan saya terhenti di pertigaan jalan kaliurang sekitar kilometer 9. Saat itu saya sedang mengambil jalur kanan karena ingin memotong salah satu mobil yang berada di hadapan saya. Namun tiba-tiba sekelebat, dipertigaan yang berada beberapa meter dihadapan itu, saya melihat sebuah motor melaju lebih gesit dari yang saya bayangkan. Berbelok memotong iring-iringan jalan kami yang sedang melaju dari arah utara.

Sesaat saya hanya melihat cengiran dari 2 orang pengendara motor yang memotong tersebut. Pandangan kaget pengatur lalu lintas pertigaan (pak ogah) serta beberapa orang yang sedang duduk-duduk dipinggir jalan di depan sebuah dealer dan bengkel motor. Selebihnya saya hanya pasrah menekan dengan keras rem yang berada di kedua genggaman tangan saya. Motor melaju tanpa dapat saya kendalikan. Mobil di depan saya telah berhenti beberapa detik sebelumnya setelah ia juga menabrak sebuah mobil dihadapannya. Continue reading

Permasalahan Pada Penertiban Waduk Ria Rio

1204340Waduk-Ria-Rio780x390

Waduk Ria Rio berisi eceng gondok dan sampah – via Kompas.com

Berita mengenai Penertiban waduk Ria Rio yang terletak di  Kampung Pedongkelan, Kayu Putih, Jakarta Timur pertama kali saya baca dengan serius pada hari ini 😀 lewat Kompas.com . Berita hari ini berisi mengenai kendala yang terjadi dalam penertiban kawasan waduk tersebut (berjudul : Bila masih tolak ganti rugi, Warga Ria Rio akan digusur paksa). Melalui berita tersebut, ada beberapa permasalahan yang terjadi dalam penertiban Waduk Ria Rio :

1. Banyak permukiman warga di waduk dan lahan atas nama Provinsi DKI Jakarta

2. Sosialisasi penggusuran diabaikan oleh warga yang bermukim

3. Tawaran ganti rugi dianggap tidak senilai dengan bangunan yang mereka miliki

Permasalahan diatas adalah permasalahan klasik yang akan sering sekali kita dengar jika kita akrab dengan misi-misi pembebasan tanah/lahan #eaa. Tahun lalu, saya juga sempat terlibat dalam kasus ini ( bukan karena saya memiliki rumah liar looh 😀 ) kasus pembebasan lahan (kecil-kecilan) yang ada di bantaran sungai winongo Kelurahan Bener,Kecamatan Tegalrejo Yogyakarta.saat itu, lahan di bantaran sungai tersebut akan di kembalikan ke fungsi awalnya sebagai daerah pengawasan sungai juga sekaligus sebagai tempat rekreasi berupa taman hijau. Continue reading

cintai pohon

Harga perbaikan pavling atau pagar taman yang rusak akibat akar-akar tumbuhan yang mulai menjalar, tidak lebih besar dari harga keasrian lingkungan, udara, dan kerindangan yang dapat kita rasakan dengan mempertahankan pohon ini. Be wise. saya lebih mencintai tumbuh-tumbuhan, berapapun harga yang harus dibayar. Pertahankan lah pepohonan 🙂 (saya sebagai pecinta lingkungan).

Pak Isto, salah satu penghuni Perum Pandan Asri,
setelah rapat 2 bulanan warga perumahan pandan asri yang dilanjutkan dengan observasi keadaan taman dan pohon2 palem yang awalnya direncanakan akan di tebang 😦

SAYA ROHIS – Harmonis – Humanis

Jika ‘ekstra kulikuler di masjid masjid sekolah’ dianggap sebagai sarana pembentukan TERORIS, maka manusia jenis apa lagi yang diinginkan ‘media’ saat ini?.

saya ROHIS waktu SMA, dan sekarang masih ROHIS di sebuah UNIVERSITAS NEGERI terkenal di indonesia. SAYA BUKAN TERORIS.

tanya teman-teman saya, adakah upaya saya untuk menakut-nakuti mereka, menyakiti mereka, membuat mereka tertekan, membuat mereka merasa dipojokan, merendahkan mereka, mengancam dan menginjak-injak mereka dengan perkataan, perbuatan, ataupun dengan BOM yang sering ‘media’ besarkan itu?

tanya mereka, atau mau tau lebih langsung dari yang berbeda agama dari saya? tanya saja.. SAYA ROHIS dan BUKAN TERORIS

SAYA ROHIS, belajar untuk Indonesia yang lebih harmonis dan demi kota Humanis *eaa

-Rohis, calon Tata Kota-