Belajar untuk Mengenal

07aca1c5fe2b739891256554e5d7dee0

Dulu sekali, saya pernah mendengarkan sebuah tausiyah yang di sampaikan oleh sepasang suami istri di sebuah masjid di UGM. Tentang perjalanan panjang pernikahan yang tidak mereka sadari sudah mencapai titik yang sangat jauh. Mereka bertumbuh, berproses dan berubah bersama-sama. Mereka melakukan hal yang mungkin tidak dapat dilakukan oleh orang lain, kecuali mereka yang telah berkomitmen. Hal tersebut ialah “Belajar untuk Mengenal”. Bagi mereka, mengenal adalah sebuah jalan yang amat panjang, kadang kamu merasa pernah melihat dan merasakan sifatnya, namun terkadang kamu akan merasa asing padanya. Manusia terus bertumbuh dan berubah. Begitupula pasangan, keluarga ataupun teman-teman yang kita miliki. Jika kita tidak berkomitmen untuk menemani mereka dalam masa-masa perubahan itu, maka bisa jadi kita lelah dan berbalik pergi saling meninggalkan.

Belajar untuk Mengenal, tidak hanya dilakukan ketika awal perjumpaan, ketika masa-masa Ta’aruf atau pada waktu-waktu honeymoon. Belajar untuk mengenal, berarti kamu mendedikasikan waktumu untuk mencari tau, memahami dan menyimpannya dalam memory. Sebutlah itu sebagai memory perkenalan, Kapasitasnya paling besar dan memerlukan waktu yang tak terbatas. Kemauan untuk terus mengenal tidak akan membuat perjalanan kalian terhenti ditengah jalan. Meskipun lelah untuk memahami, namun pasti teringat Lillah yang menemani.

Salah satu teman kos saya pernah bercerita, tentang materi kajian yang ia dapatkan dan cocok untuk bekal saya kemudian. Katanya, Continue reading

Stop menjugje suami dengan fikiran pribadi

tumblr_mearevqos91rvb25io1_500

Assalamualaikum teman-teman yang masih setia membaca blog curhatan ala-ala ini. 😀 semoga ada manfaat yang bisa diambil meskipun sedikit yah.

Kali ini saya akan sedikit saja bercerita mengenai pengalaman saya di sekolah pernikahan kami. sekolah pernikahan yang masih kami jalani secara LDM hhe.

Teman-teman pasti telah banyak mengetahui bahwa otak yang dimiliki pria berbeda dengan otak yang dimiliki wanita. Saya juga pernah membaca bukunya Jhon Gray ( Men are from mars, Woman are from venus) ini satu-satunya buku tentang psikologi suami istri yang sudah saya baca #plak. Buku tersebut banyak menjelaskan tentang bagaimana hatusnya kita mengerti pasangan kita, bagaimana beraktivitas dengan mereka yang memiliki perbedaan planet dan bagaimana menyelesaikan masalah diantara kita dari berbagai sudut pandang. Salah satunya adalah tentang perbedaan cara berfikir.

laki-laki pada umumnya memiliki fikiran yang lurus, fokus dan tidak dapat diganggu. Sedangkan wanita memiliki jalan fikiran yang bercabang dan melakukan banyak hal dalam satu waktu. Hal ini berpengaruh pada cara mereka menerima pesan atau peristiwa. Mengenai hal ini, terjadi pada saya minggu lalu dan saya bener-bener jadi paham kalau ternyata “kami berbeda”. Continue reading

Lelaki yang menangis

Hari ke-2 pernikahan kami.

Hari ini adalah waktu yang sudah kita rencanakan untuk segera pulang kerumah, setelah 2 hari merasakan kenyangnya tinggal di hotel hahaha :v . gimana gak kenyang… sarapan pagi makanin semua makanan yang disediakan di breakfast room. Pagi ini berbeda dengan pagi kemarin. Sejak malam, kita sudah mulai membereskan koper dengan barang-barang terserak yang dibawa sebisanya selepas acara pernikahan kita (semacam diusir ke hotel langsung pada jam setelah resepsi selesai). Bisa dibayangkan betapa Awkwardnya moment2 ketika kami ditinggalkan berdua di hotel tersebut oleh keluarga hanya dalam waktu beberapa jam dari akad. NICE!

Sambil menunggu jam sarapan, sy seperti perempuan pada umumnya masih sibuk dengan barang-barang printilan yang takut tertinggal. mengecek kamar mandi, lemari pakaian hingga laci-laci yang ada di kamar. menghitung detik demi detik yang tersisa untuk kembali di rumah.

Hingga tanpa sengaja ke-baperan sy dimulai. ada banyak hal yang masih saya fikirkan sendirian pada saat itu. Keluarga besar yang masih ada di rumah, Orang tua yang juga masih ada di jogja, bertepatan pula dengan memikirkan hari ke – 3 pernikahan kami, yaitu pulang ke kampung halaman suami.  Kuningan JawaBarat. beserta keribetan lainnya yang sebenarnya mungkin hanya saya buat-buat.

Pecahlah tangisan sendu dalam kediaman. Namun suami mengetahuinya. Ketahuilah kasih bahwa :

Perempuan hanya dapat menangis di hadapan orang yang mampu membuatnya nyaman

Mungkin, suami sudah cukup membuat saya nyaman untuk kemudian meluapkan tangis untuk kelegaan. Tapi Tidak disangka hal tersebut justru membuat suami bersedih. Dia menjadi lelaki yang menangis… satu-satunya lelaki yang sy lihat menangis sesedih itu. Betapa harunya, mengetahui bahwa ternyata akan datang suatu masa dimana seseorang akan menangis ketika melihatmu menangis, akan bersedih ketika melihatmu bersedih dan sebaliknya akan turut bahagia tertawa ketika melihatmu bahagia.

home

Ternyata ada seseorang yang akan membuatmu merasa spesial seperti itu.

Hari ke-2 pernikahan kami,

Hanya butuh 2 hari untuk tertawa bersama hingga kami lelah tertawa dan hanya butuh 2 hari untuk menangis bersama hingga kami lega menumpahkannya. Pada hari itu juga kami berjanji untuk tidak bersedih karena pasti pasangan juga akan turut bersedih.  Kami memilih untuk bahagia karena kami harus menjaga perasaan satu sama lain.

tetiba lagunya gita gutawa terngiang-ngiang

Hari… ku indah… dua hati menjadi satu~ syalala lalalaa

😀 Allhamdulillah Ya Rabb…  Semoga Engkau meridhoi perjalanan panjang kami.

SELAMAT! bagi teman-teman yang sedang memperjuangkan separuh agamanya ^_^ Wish u All the BEST

kalau cinta, semua pasti tentang dia

Bismilahirrahmanirrahim,

Random post kali ini akan melengkapi cerita di kategori tulisan “sekolah pernikahan”. semoga setelah membaca tulisan ini, pak suami tidak terlalu (berlebihan) ge-er nya yah ^^.

sesaat sebelum menikah, seorang adik pernah bertanya

“perasaan mba dengan mas itu, gimana sih?”

sy menjawab sambil lalu

“biasa aja, suka… ya biasa aja”

sulit rasanya menggambarkan perasaan pada saat itu. Semesta pun hanya diam, tidak tertebak.

Banyak kisah yang pernah saya dengar dari beberapa pasangan yang telah menikah. Mengenai perasaan-perasaan mereka. Ada yang sedari dulu telah diam-diam menyukai, ada yang tidak pernah berinteraksi sebagai teman sama sekali, ada pula yang telah menjadi teman akrab dan tetiba dipertemukan pada satu kondisi perjodohan #eaa. saya yang mana? aah kepo deeeh… gak perlu tau yah 🙂 rahasia :p

Dibalik itu, perubahan cukup drastis ternyata dapat terlihat oleh orang-orang disekitar saya. selepas 2 bulan kami bersama, mengalami Ramadhan dan kepulangan ke Batam dalam perjalanan panjang Idul Fitri membuat banyak kenangan yang menempel erat dibenak saya. potongan-potongan kisah lucu, sedih, bahagia, malu-malu, sok cool, dan adaptasi lainnya terus berputar-putar dikepala saya. seperti sebuah film layar lebar yang tak henti-hentinya ditonton oleh jutaan orang. Terus berputar… terus kembali kedalam ingatan ketika sedikit saja kata kunci terbuka.

Hal itu yang membuat saya terlihat berbeda ketika harus kembali beraktivitas normal dengan teman-teman di tanah rantau Jogja. Ketika teman-teman sedang membicarakan angpao/uang THR, saya tiba-tiba teringat kejadian lucu yang terjadi di Batam. Saat itu suami sedang memberikan sedikit THR ke adik-adik sy di hari pertama sy memperkenalkannya. secara otomatis adik-adik saya mengucapkan kata “terima kasih” atas pemberian tersebut. namun bukan “terimakasih kak” atau “terimakasih bang” salah satu adik malah mengatakan “terimakasih om” dengan muka polosnya :v karena mungkin mereka masih belum mengerti, posisi laki-laki ini dalam keluarga kami seperti apa. dan saya menceritakan kisah ini langsung dihadapan teman-teman  dengan wajah bahagia ketika mereka mengingatkan saya pada angpao/THR. 

Dilain waktu ketika sedang memasak bersama di Asrama akhwat fosda, tiba-tiba juga saya teringat betapa mudahnya memasak di rumah karena suami selalu jadi chef utama wkwk.

sdc13920

Terus begitu, selalu saja saya menghubungkan setiap kejadian ke kejadian yang saya alami bersama suami secara tidak sadar. Hingga sampai pada awkward moment yang tercipta setelah saya bercerita mengenai suami dengan penuh semangat. Teman-teman mulai tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan saya yang terus mengingat dan menceritakan kejadian-kejadian bersama suami. aaahh kena deeeh.

Mungkin benar ya kata orang : kalau kita jatuh cinta, apapun yang kita rasakan pasti tentang dia. Apapun yang kita ingat juga pasti tentang dia. Semua yang kita lakukan pasti karena rekomendasi dia. kata-kata “kemarin suami…” “suami bilang…” “menurut suami … ” pun saat ini seperti menjadi kebiasaan yang tidak dapat di cegah. 😀 Alhamdulillah, semoga Allah terus menjaga keberkahan dalam hubungan yang sedang kmai rajut ini.

Saya jadi berfikir : jika makna cinta adalah seperti itu, seharusnya kita bisa mengukur kadar cinta kita kepada Allah bukan? Melalui hal-hal yang kita lakukan atas nama Allah, atas rekomendasi Allah, atas Ridhonya Allah. Hingga kita menjalani hidup dengan selalu memngingat nikmat yang Ia berikan.

Benar, kita pasti dapat mengukur kadar cinta itu, 🙂 Aah hati… semoga cinta ini sejati.

Catatan LDM : berbagi beban

gambar-bunga-sakura-jepang-indah-cantik-13

Terimakasih untuk tidak berharap terlalu banyak padaku.

bukan, aku yakin bukan karena kamu tidak percaya bahwa aku mampu.

tapi kamu lebih memilih untuk mengurangi bebanku.

menurunkan ransel-ransel berat di punggungku

 

Nanti, suatu saat jika kita sudah bisa berjalan bersama,

semoga kita bisa saling membagi beban,

dan kita akan menempuh perjalanan yang lebih panjang

mengambil resiko yang lebih berat.

menopang beban yang lebih banyak

 

Masa itu akan datang, InsyaAlah.

Bersabarlah hati ❤

Menikah di Usia 23th

Sebaris kalimat tertulis tebal di dalam salah satu buku diary sy sekitar tahun 2009. Kalimat itupun masuk ke dalam salah satu daftar Life mapping yang sy buat sebagai tugas Ospek Teknik UGM tahun 2009. favim-com-3405 Life mapping itu  berisi mimpi2 yang ingin sy capai terhitung dari tahun masuk kuliah hingga akhir usia.

Menikah di Usia 23 Tahun

Sebuah mimpi yang sebenarnya tidak terlalu sy perjuangkan dibandingkan pendidikan sy dan mimpi untuk ‘membahagiakan orang tua’ lainnya. Menikah? salah satu hal yang paaaaliiiiiiiing saya inginkan, namun NOL usaha. Continue reading

Kesendirian

Tidak banyak teman dekat yang tau mengapa sy menyukai hujan. Diantara mereka hanya mengerti bahwa sy akan bergembira dan tersenyum sangat lebar ketika melihat hujan turun.

kenapa sy suka hujan?

Karena hujan datangnya barengan.

Sy membenci ‘kesendirian’, sy takut berjalan ‘sendirian’, sy takut diculik (ok ini lebay). Postingan yang lalu pernah sy ceritakan mengenai ketakutan sy bila sedang sendirian. Terlalu banyak fikiran menyeramkan yang menggelayut atau pelumpuhan keberanian ketika sy sendirian dan tidak ada yang menemani. Sehingga jika hujan turun, sy tidak akan merasa sendirian… hujan datangnya barengan.

Semakin dewasa, tua dan melalui perjalanan hidup, sy justru memperoleh banyak cobaan dan kekuatan dalam hal ‘kesendirian’ ini. memiliki kamar sendiri, hidup dengan orang-orang asing sendiri, merantau sendiri, dan kenyataan bahwa Allah menempa sy untuk bisa mandiri hidup sendiri mulai sy pahami saat masa kerja praktek diperkuliahan dimulai. Dari 7 mahasiswa yang terpilih kerja praktek di Badan Perencanaan Nasional (Jakarta) hanya sy wanita satu-satunya.. (ah ini sih cerita biasa yah, tpi sangat sy rasakan luar biasanya. krna dulunya sy hanyalah seorang gadis dari pulau terpencil yang dikelilingi oleh laut)

well… sy benci ‘sendiri’, tapi Allah ingin agar sy bisa survive sendiri

Masuk ke rencana untuk menikah, salah satu alasan sy saat itu ialah agar tidak ‘sendirian’. Continue reading