Gulana-Gundah

Merinding dan tergugu, yakin ini bukan aku

Kalaulah hari itu hujan  datang dan petir menyambar-nyambar, tidak akan jelas pandanganku : ini Nikmat atau Musibah (?)

harusnya bening yang jatuh

namun kenapa hanya pilu (?) Tergugu sambil termangu dan terus terpaku

 

Sakit sekali rasanya…

Sakit, hingga seakan bumi tak terpijak

Hilang rasaku, hilang logikaku

 

Namun aku pernah bertanya perihal batu yang berlubang dengan air tak laju

satu-satu,

Begini rasanya dilembutkan.

ya… dilembutkan, agar berlubang batunya

 

atau, begini rasanya penyakit yang dicabut seakar-akarnya

Ngilu

Namun setelahnya kau baru tau

Rasa sakitlah yang mulai menyambut kesembuhanmu.


Smile, like you’ve never been Hurt
Welcoming Desember
Let’s Allah make the rest

 

Lebih dekat dengan Surga

15493347_10154630664866351_7602555602360026958_o

Disini Lebih Dekat Pada Surga

Seringkali saya mendengar kalimat mendiskreditkan saudara kita di Gaza, Suriah, dan bumi jihad lainnya. Seolah keadaan mereka adalah kutukan dan damainya kita adalah karunia

Mereka berbangga di negeri yang damai, merasa lebih pantas dan lebih hebat dengan keIslamannya, ketimbang timur tengah yang bergejolak, dengan ledakan, darah, dan airmata

Hati-hati dengan takabur, sebab ia bisa masuk dari celah yang paling halus, merasa diri lebih dari manusia lain, apalagi sampai mengecilkan amal orang lain, innalillahi

Satu masa yang takkan terlupa, saya berjumpa dengan ahlu-Syam di perbatasan Turki, pincang kakinya habis diamputasi sebelah, sebab terkena bom barel Bashar Asad laknatullah

Wajahnya bersinar, alisnya tebal, sepasang mata biru keabu-abuan yang ramah, berikut rambut panjang setengah ikal, dan hidung mancung, serta cambang rapi kemerah-merahan

Saya bergurau, “Kamu kalau di Indonesia, sudah jadi artis. Pasti banyak gadis yang kesengsem, sudah ke Indonesia saja”, dia tersenyum membalas pada saya

“Nggak ah, disini surga lebih dekat. Kaki saya yang satu sudah berada di surga, aku berharap, sisanya juga menyusul dalam waktu dekat”, kemudian hening, la haula wa la quwwata illa billah

Mungkin bagi mereka ini fitnah yang menjadikan mereka mulia, seperti api memperindah liat jadi tembikar, bagai berlian yang terasah waktu, berkilau sempurna oleh cahaya

Sungguh, keadaan mereka yang tak damai, mendekatkan mereka pada surga. Sementara bisa jadi kita dalam keadaan damai lalu makin jauh dari surga, sebab merasa lebih dari mereka

Ketahui, membantu mereka itu urusan kita pada Allah, kita yang ditanya Allah di yaumil qiyamah nanti, bukan mereka. Selagi kita masih bisa meluangkan, masih bisa memilih membantu

Donasi kita ditunggu mereka, @SahabatAlAqsha siap menyalurkan sambung hati terbaik dari Indonesia buat mereka, saya bagian dari @SahabatAlAqsha dan insyaAllah mereka amanah

DONASI SURIAH via @SahabatAlAqsha

Palestina

Bank Syariah Mandiri 77 44 12345 8
BNI Syariah 77 44 12345 9

Suriah

Bank Syariah Mandiri 77 55 12345 7
BNI Syariah 77 55 12345 6

Infaq Operasional

Bank Syariah Mandiri 77 66 12345 1

Semua rekening atas nama Sahabat Al-Aqsha Yayasan

Konfirmasi donasi
SMS/WhatsApp 0821-1293-5195
amanah@sahabatalaqsha.com
Omah Dakwah Jl. Jogokariyan No. 41, Jogjakarta

www.SahabatAlAqsha.com | www. SahabatSuriah.com
@SahabatAlAqsha | @SahabatSuriah

Belajar untuk Mengenal

07aca1c5fe2b739891256554e5d7dee0

Dulu sekali, saya pernah mendengarkan sebuah tausiyah yang di sampaikan oleh sepasang suami istri di sebuah masjid di UGM. Tentang perjalanan panjang pernikahan yang tidak mereka sadari sudah mencapai titik yang sangat jauh. Mereka bertumbuh, berproses dan berubah bersama-sama. Mereka melakukan hal yang mungkin tidak dapat dilakukan oleh orang lain, kecuali mereka yang telah berkomitmen. Hal tersebut ialah “Belajar untuk Mengenal”. Bagi mereka, mengenal adalah sebuah jalan yang amat panjang, kadang kamu merasa pernah melihat dan merasakan sifatnya, namun terkadang kamu akan merasa asing padanya. Manusia terus bertumbuh dan berubah. Begitupula pasangan, keluarga ataupun teman-teman yang kita miliki. Jika kita tidak berkomitmen untuk menemani mereka dalam masa-masa perubahan itu, maka bisa jadi kita lelah dan berbalik pergi saling meninggalkan.

Belajar untuk Mengenal, tidak hanya dilakukan ketika awal perjumpaan, ketika masa-masa Ta’aruf atau pada waktu-waktu honeymoon. Belajar untuk mengenal, berarti kamu mendedikasikan waktumu untuk mencari tau, memahami dan menyimpannya dalam memory. Sebutlah itu sebagai memory perkenalan, Kapasitasnya paling besar dan memerlukan waktu yang tak terbatas. Kemauan untuk terus mengenal tidak akan membuat perjalanan kalian terhenti ditengah jalan. Meskipun lelah untuk memahami, namun pasti teringat Lillah yang menemani.

Salah satu teman kos saya pernah bercerita, tentang materi kajian yang ia dapatkan dan cocok untuk bekal saya kemudian. Katanya, Continue reading

Memberi kecewa, peroleh cinta

Sedang tidak bisa menulis apa-apa dan berbagi banyak 🙂

Baru menemukan makna keluarga :

Ialah sekelompok manusia yang kamu beri kecewa, namun ternyata cinta menjadi balasannya

Betapa keras hati ini, tidak dapat mengambil hikmah dari apa yang Engkau beri Ya Rabb. Sehingga untuk dapat meresapinya pun hamba harus menuliskan satu-satu kata demi kata yang ada. Betapa bebal jiwa ini, terus mengulangi kesalahan yang sama tanpa henti dan malu. Duhai Pemilik Raga.. bukankah telah datang hikmah bahwa batu keras dapat berlubang meski dengan air yang lembut? perkenankanlah Ruh ini menerima kesejukan Ilmu dari MU, meresapi dan memaknai nya menjadi sebuah akhlaq yang lebih baik lagi.

❤ love your Live, love your Family

yang Hasan dan yang Ihsan

setiap orang mampu melakukan perbuatan secara ‘hasan’, namun hanya sedikit yang melakukan perbuatan secara ‘ihsan’.

‘hasan’ memiliki makna hanya melakukan perbuatan baik saja, namun tidak turut merubah keadaan dirinya yang lain. sedangkan ihsan melakukan perbuatan baik seolah-olah Allah melihatnya… melakukan perbuatan baik dengan maksimal.

-Ustadz Syatori-

apa itu hasan?
bagaimana mencapai ihsan?
mangga… dateng kajian di Nurul Ashri Deresan-Yogyakarta tiap hari senin pukul 16.00 😀

————————————————————————————————————————————————-

setiap orang mampu mengerjakan Tugas akhir ini secara hasan, namun.. siapakah yang mampu melakukannya secara ihsan?

temukan jawabannya di… #eh #ngawur #mulaimabok XD

Sarah, menuju Mei

Sudahi Cinta

Sudah berapa lama kita berharap pada cinta yang semu dan belum kita ketahui ujungnya? cinta yang kita khususkan hanya ketika kita membicarakan mengenai dua pasang manusia. Begitu banyak kisah nyata maupun dongeng yang mengabadikannya. menjadikan segala sesuatu tentang cinta adalah antara ‘aku’ dan ‘dia’ — dua orang saja.

Tidak jenuh kah kita dengan ini? merawat bunga-bunga cinta itu hanya demi melihatnya layu, bahkan rusak terinjak-injak? ibaratnya, kita menanam sesuatu yang bukan pada waktu dan tempatnya. dia mampu mekar namun tak mampu bertahan lama.

cinta semu, cinta bukan hanya tentang dua pasang manusia. Namun tentang sebuah poros cinta yang harus terus menerus diperkokoh dan diperindah. yaitu cinta pada Sang Pengasih dan Pencipta.

cinta selain itu, selalu ada Waktu dan Tempatnya.

sudahi cinta

Teror, dari mana asalnya?

Tuan, saya adalah seorang anak perempuan dari sebuah keluarga sederhana

Memahami keyakinan beragama dalam keluarga secara sederhana pula–bahkan terkesan apa adanya.

Saya menyukai pelajaran-pelajaran pengembangan diri, kegiatan kerohanian dan pengabdian sosial

Saya mencari banyak tambahan pengetahuan saat beraktivitas di luar rumah bersama teman dan guru-guru saya.

Lingkungan luar membentuk saya, lingkungan keluarga memperkokoh karakter dan kepribadian saya

Sebelum menginjak dewasa, saya tidak pernah mengerti keadaan apa yang menimpa tuan saat itu

Birokrasi, lobi-lobi pemeriintah, proyek, politik dan hal lain yang tuan alami. begitu keras kah hidup disana tuan?

Sedangkan hidup bagi saya sudah sebegitu baiknya walaupun tinggal di sebuah pulau kecil dengan jarak tempuh terjauh sekitar 2-4 jam. Continue reading